Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 21:05 WIB

Ketegangan Diplomatik Antara China dan Jepang Meningkat: Pengaduan Resmi ke PBB

Author

Ketegangan Diplomatik Antara China dan Jepang Meningkat: Pengaduan Resmi ke PBB

China telah mengajukan pengaduan resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait ketegangan diplomatik dengan Jepang yang terus memanas. Dalam surat tersebut, Beijing menuduh Tokyo mengancam akan melakukan 'intervensi bersenjata' dalam konteks situasi Taiwan.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi

Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, menyampaikan hal ini kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mencerminkan peningkatan ketegangan dalam hubungan kedua negara yang terjadi dalam dua pekan terakhir.

Pengaduan Resmi China ke PBB

Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, mengirim surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterres pada Jumat, 21 November 2025. Dalam surat tersebut, Fu mengklaim bahwa pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dianggap sebagai 'pelanggaran berat terhadap hukum internasional'.

Dalam siaran pers yang dirilis oleh misi diplomatik China untuk PBB, Fu menegaskan, 'Jika Jepang berani mencoba intervensi bersenjata dalam situasi lintas selat, itu akan menjadi tindakan agresi.'

Lebih lanjut, ia menyatakan, 'China akan dengan tegas mempraktikkan hak membela diri berdasarkan Piagam PBB dan hukum internasional, serta dengan tegas mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya.'

Baca juga: Kritik Penangkapan Direktur Lokataru Foundation: Tindakan Sewenang-wenang atau Perlindungan Kebebasan Berpendapat?

Ketegangan Diplomatik dan Respons Tokyo

Ketegangan ini diawali oleh pernyataan kontroversial PM Takaichi awal bulan ini, di mana ia mengungkapkan bahwa serangan China terhadap Taiwan dapat mengancam kelangsungan hidup Jepang dan berpotensi memicu respons militer.

Pernyataan tersebut menandai suatu perubahan signifikan dari sikap Jepang yang sebelumnya cenderung menghindari pembahasan terbuka mengenai Taiwan guna menghindari provokasi terhadap China.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Kantor PM Jepang atau Kementerian Luar Negeri Jepang terkait surat yang dikirim oleh Duta Besar China ke PBB.

Dampak Terhadap Hubungan Bilateral

Dampak dari pernyataan tersebut mulai terlihat menggerogoti hubungan bilateral antara China dan Jepang. China menggambarkan pernyataan PM Takaichi sebagai 'sangat merusak' bagi kerja sama perdagangan yang telah terjalin.

Sebagai akibatnya, sektor-sektor tertentu, termasuk pariwisata, mulai terpengaruh, dengan konser musisi Jepang yang dibatalkan di China. Kapal pesiar dari China juga terlihat menghindari pelabuhan Jepang.

Perselisihan ini terjadi menyusul pertemuan antara PM Takaichi dan Presiden China Xi Jinping, di mana kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan yang stabil.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU