Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menyerang Meksiko jika negara tersebut tidak berhasil mengatasi peredaran narkoba yang marak. Menanggapi hal ini, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menegaskan bahwa mereka tidak akan terintimidasi oleh ancaman tersebut.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Rencana serangan Trump tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Gedung Putih, dan dikhawatirkan dapat memicu ketegangan yang lebih besar antara kedua negara yang memiliki hubungan ekonomi yang erat.
Ancaman Trump dan Reaksi Meksiko
Dalam pernyataan yang disampaikan kepada wartawan, Trump mengatakan, "Apakah saya akan melancarkan serangan di Meksiko untuk menghentikan narkoba? Saya tak masalah." Ia meyakini tindakan tegas tersebut perlu diambil untuk menyelamatkan banyak nyawa dari dampak negatif perdagangan narkoba.
Claudia Sheinbaum, dalam konferensi pers yang sama, menolak kemungkinan serangan tersebut dengan tegas. "Itu tidak akan terjadi," katanya, menunjukkan sikap menolak terhadap intervensi militer dari AS.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Kehadiran Militer AS di Karibia
Sejak bulan Agustus, AS telah mengerahkan sejumlah kapal perang di kawasan Karibia dengan alasan untuk melawan perdagangan narkoba. Pentagon menyebut ini sebagai bagian dari "Operation Southern Spear," yang bertujuan untuk menghentikan penyelundupan narkoba yang kian marak.
Sorotan utama dalam operasi ini adalah kapal induk USS Gerald R Ford, kapal terbesar dan tercanggih di dunia. Dalam operasi tersebut, pasukan AS melaporkan telah menewaskan lebih dari 80 orang yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba.
Sejarah Intervensi dan Kerja Sama Internasional
Sheinbaum menekankan pentingnya menjalin kerja sama internasional tanpa harus terjebak dalam diskriminasi atau subordinasi. "Kami tidak menginginkan intervensi oleh pemerintah asing mana pun," ujarnya, menambahkan bahwa Meksiko ingin mengelola masalahnya secara mandiri.
Ia mengingatkan bahwa intervensi AS di masa lalu berdampak besar bagi Meksiko, bahkan mengakibatkan hilangnya separuh wilayah. "Kami tidak dapat mengizinkan intervensi," tegasnya, menekankan pentingnya menjaga kedaulatan dan saling menghormati antar negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: