Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 14:07 WIB

Densus 88 Ungkap Perekrutan Anak oleh Kelompok Teror secara Daring

Author

Densus 88 Ungkap Perekrutan Anak oleh Kelompok Teror secara Daring

Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan bahwa terdapat upaya perekrutan terhadap 110 anak oleh kelompok teroris secara daring. Penangkapan para perekrut dimulai dari Desember 2024 hingga 17 November 2025.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Juru bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengatakan bahwa proses rekrutmen ini sangat masif dan tidak melibatkan tatap muka antara pelaku dan korban.

Perekrutan Anak melalui Media Sosial

Dalam konferensi pers yang digelar di Mabes Polri, Mayndra menjelaskan bahwa kelompok perekrut terdiri dari lima orang. Mereka adalah FW alias JT asal Medan, PP alias BBMS asal Sleman, LM dari Kabupaten Bangai Sulawei Tengah, MSVO asal Tegal, dan JJS alias BS asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Menurut Mayndra, penting untuk menyadari bahaya radikalisasi yang tengah mengintai anak-anak. 'Keberadaan lebih dari 110 anak yang sedang teridentifikasi menunjukkan dampak serius dari rekrutmen daring ini,' tuturnya.

Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Rencana Aksi Teror yang Melibatkan Anak

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menambahkan telah terdeteksi aksi teror rencanakan anak-anak korban rekrutmen. 'Anak-anak ini berada dalam rentang usia 10 hingga 18 tahun,' jelas Truno.

Pencegahan menjadi fokus utama Densus 88, terutama intervensi terhadap anak-anak yang teradikalisasi. 'Aksi teror di Banten yang direncanakan pada akhir 2024 menjadi salah satu target kami,' ujar Truno.

Metode Propaganda dalam Perekrutan

Truno menjelaskan modus penyebaran propaganda yang dilakukan oleh kelompok teror. Mereka memulai dari platform terbuka seperti Facebook dan Instagram, lalu menghubungi target potensial melalui platform lebih tertutup seperti WhatsApp atau Telegram.

Pada bulan September 2025, tercatat 29 anak di 17 provinsi memiliki niat untuk melakukan aksi teror. Rencana teror lainnya terdeteksi di Jawa Tengah pada Oktober 2025, melibatkan 70 anak di 23 provinsi.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Pimpinan Serikat Pekerja: Aksi Demonstrasi dan RUU Perampasan Aset Terjadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU