Jumat, 07 NOVEMBER 2025 • 19:27 WIB

Insiden Pelecehan Seksual Terhadap Presiden Meksiko: Klaim dan Tindak Lanjut Hukum

Author

Insiden Pelecehan Seksual Terhadap Presiden Meksiko: Klaim dan Tindak Lanjut Hukum

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengalami insiden pelecehan seksual saat menyapa warga di sekitar Istana Nasional pada Selasa, 4 November 2025.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Pimpinan Serikat Pekerja: Aksi Demonstrasi dan RUU Perampasan Aset Terjadi

Kejadian tersebut terjadi ketika dia hendak menuju Kementerian Pendidikan, di mana seorang pria mabuk menyerangnya di hadapan kerumunan.

Kronologi Insiden Pelecehan

Pada momen tersebut, Sheinbaum dan rombongannya dikerumuni oleh warga yang ingin menyapa, tidak menyadari bahwa insiden yang tidak diinginkan akan terjadi.

Sheinbaum menjelaskan, "Kami memutuskan untuk berjalan kaki. Banyak orang menyapa kami di sepanjang jalan dan tidak ada masalah sampai akhirnya seorang pria mabuk datang dan saya mengalami pelecehan ini."

Video yang beredar menunjukkan pria tersebut mendekati Sheinbaum dari belakang, langsung merangkulnya serta menyentuh bagian tubuhnya dan berusaha mencium wajahnya di depan publik.

Keberanian Sheinbaum untuk berbicara setelah insiden tersebut menunjukkan komitmennya terhadap isu pelecehan seksual.

Tindak Lanjut Hukum

Sebagai respons terhadap pelecehan yang dialaminya, Sheinbaum melaporkan kasus ini kepada Kejaksaan Agung Mexico City untuk memproses hukum pelaku.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa

"Jika saya tidak melayangkan gugatan, apa yang akan terjadi pada semua perempuan Meksiko? Jika mereka berani melakukan ini pada presiden, apa yang akan terjadi pada semua perempuan muda di negara ini?" kata Sheinbaum menegaskan pentingnya tindakan hukum.

Hukum yang mengatur pelecehan seksual di Meksiko diatur dalam Pasal 179 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Mexico City, yang menyatakan bahwa tindakan seksual yang tidak diinginkan dapat dikenakan hukuman penjara selama satu hingga tiga tahun.

Kasus ini juga menyoroti perbedaan dalam penanganan isu pelecehan seksual di berbagai negara bagian di Meksiko.

Kampanye dan Reformasi Hukum

Dalam jumpa persnya, Sheinbaum juga mengumumkan rencananya untuk meluncurkan kampanye terkait perlindungan terhadap semua perempuan di Meksiko.

"Perempuan harus dihormati dalam segala hal. Dan pelecehan adalah kejahatan," ujar Sheinbaum menekankan perlunya perlindungan hukum yang lebih kuat bagi perempuan.

Dia menyerukan agar pelecehan seksual ditetapkan sebagai kejahatan nasional di seluruh negara bagian Meksiko.

Upaya ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kasus pelecehan seksual dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan di seluruh Meksiko.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU