Warga New York bersiap untuk memberikan suara pada pemilihan wali kota yang dipimpin oleh Zohran Mamdani, politisi muda Muslim berusia 34 tahun, pada 4 November 2025.
Pemilihan ini berlangsung di tengah ujian politik bagi Presiden AS, Donald Trump, yang terlibat dalam sejumlah kontroversi selama masa jabatannya.
Kampanye dan Dukungannya
Mamdani yang mendapatkan perhatian publik karena kemenangannya pada pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, telah berfokus pada isu penurunan biaya hidup dan pembangunan ekonomi.
Dengan pendekatan personal melalui media sosial, Mamdani berhasil menjangkau pemilih muda dan membangun hubungan akrab dengan konstituennya.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Serangan dari Trump
Presiden Trump telah melakukan beberapa serangan terhadap Mamdani, menyebutnya dengan sebutan yang bernada kebencian, dan mengatakan, 'Setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani, yang sudah terbukti dan mengaku sebagai PEMBENCI YAHUDI, adalah orang bodoh!!!'
Serangan ini mencerminkan ketidakpuasan dari pihak-pihak yang menolak tren politik yang diusung Mamdani.
Pengaruh Pemilihan dan Ancaman Keamanan
Survei terbaru menunjukkan Mamdani memimpin dengan sekitar 44 persen suara, mengungguli mantan gubernur Andrew Cuomo yang maju sebagai calon independen.
Sementara itu, pemilihan ini diwarnai oleh ancaman keamanan, termasuk email yang berisi ancaman bom di beberapa lokasi pemungutan suara di New Jersey, yang menyebabkan penutupan sementara beberapa TPS.
Seorang dokter fisioterapi asal Brooklyn, Denise Gibbs, menyatakan harapannya agar kota New York dapat lebih bersatu demi perbaikan kehidupan keluarga kelas pekerja.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: