Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 20:26 WIB

Penemuan Spesies Nyamuk Tropis di Pulau Jeju: Tanda Perubahan Iklim yang Signifikan

Author

Penemuan Spesies Nyamuk Tropis di Pulau Jeju: Tanda Perubahan Iklim yang Signifikan

Spesies nyamuk Culex quinquefasciatus, yang umumnya ditemukan di daerah tropis, telah terdeteksi di Pulau Jeju, Korea Selatan, untuk pertama kalinya. Temuan ini menunjukkan dampak besar perubahan iklim terhadap ekosistem lokal.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Pada 3 November, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengumumkan keberadaan spesies ini setelah sampel dikumpulkan pada bulan Agustus. Keberadaan Culex quinquefasciatus di Korea Selatan membuka kemungkinan penyebaran lebih luas di masa depan.

Konfirmasi Keberadaan Nyamuk Tropis

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) dalam pernyataannya menyebutkan bahwa meskipun belum diketahui bagaimana nyamuk tersebut tiba di Korea, kini daerah tersebut dapat menjadi habitat bagi nyamuk tropis. "Kami akan memeriksa apakah spesies ini juga telah menyebar ke wilayah lain di luar Pulau Jeju pada musim berikutnya," ujar pejabat KDCA.

Culex quinquefasciatus termasuk dalam kompleks spesies C. pipiens, yang umum ditemukan di Asia, Eropa, dan Afrika. Meski dikenal sebagai nyamuk rumah biasa, spesies ini biasanya берdiam di daerah yang lebih hangat, sehingga keberadaannya di Korea Selatan merupakan kejadian yang signifikan.

Sebelumnya, terdapat catatan dari tahun 1956 yang menyebutkan kemungkinan keberadaan spesies ini di Korea, namun temuan terbaru ini adalah validasi yang jelas tentang eksistensinya di wilayah tersebut.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Perluasan Habitat Nyamuk di Pulau Jeju

KDCA mencatat bahwa keberadaan nyamuk ini di berbagai lokasi Pulau Jeju menunjukkan bahwa spesies ini telah berhasil beradaptasi dan membentuk habitat baru di Korea Selatan. Pemantauan yang lebih intensif akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini.

Temuan ini selaras dengan pola global di mana perubahan iklim telah memperluas jangkauan hewan berdarah dingin ke daerah-daerah yang tidak pernah mereka huni sebelumnya. Para ilmuwan menyatakan bahwa fenomena ini mungkin akan terjadi di wilayah lain seiring dengan meningkatnya suhu global.

Kemunculan nyamuk ini di Korea Selatan juga sejalan dengan penemuan spesies serupa di negara-negara lain seperti Islandia, di mana nyamuk Culiseta annulata ditemukan. Ini menunjukkan kemampuan beberapa spesies nyamuk beradaptasi di iklim yang lebih dingin.

Kaitan dengan Perubahan Iklim Global

Fenomena munculnya nyamuk tropis di daerah non-tropis mencerminkan dampak nyata dari perubahan iklim. Suhu yang semakin hangat membuat kemungkinan berkembang biaknya berbagai spesies hewan, termasuk nyamuk, semakin tinggi.

Menurut penelitian, nyamuk merupakan hewan berdarah dingin yang lebih menyukai suhu di atas 28 derajat Celsius. Penemuan ini menunjukkan potensi perubahan signifikan dalam ekosistem, yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.

Proses adaptasi nyamuk terhadap lingkungan baru ini akan terus dipantau untuk menghindari risiko kesehatan yang mungkin muncul akibat penyebaran penyakit oleh spesies yang baru berkembang di wilayah tersebut.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU