Sabtu, 01 NOVEMBER 2025 • 20:15 WIB

IdeaFest 2025: Bahas Media Baru di Indonesia

Author

IdeaFest 2025: Bahas Media Baru di Indonesia

IdeaFest 2025 berlangsung meriah dengan berbagai pembahasan yang menarik, termasuk fokus pada fenomena media baru di Indonesia.

Baca juga: Kritik Penangkapan Direktur Lokataru Foundation: Tindakan Sewenang-wenang atau Perlindungan Kebebasan Berpendapat?

Acara yang digelar di JCC, Jakarta Pusat, menghadirkan CEO Indozone Media, Riel Tasmaya, untuk mengupas konsep Indonesia New Media.

Perkenalan Indonesia New Media

Dalam sesi ideatalks bertema 'REIMAGINING HOMELESS MEDIA: Beyond Virality, Toward Impact', Riel Tasmaya memaparkan tentang Indonesia New Media Forum.

Riel membuka pembicaraannya dengan, "Saya disuruh ngomong sekarang sama teman-teman untuk mewakili Indonesia New Media Forum. Jadi, selamat malam teman-teman semua."

Dia menegaskan, "Hari ini sebenarnya hari yang kita tunggu-tunggu untuk si Indonesia New Media Forum ini yang kemarin-kemarin kita nunggu momentum yang tepat untuk kita bisa me-launching tipis-tipis lah ya."

Menurut Riel, IdeaFest adalah momen yang ideal untuk memperkenalkan Indonesia New Media karena melibatkan banyak kreator.

Evolusi Media di Era Digital

Riel menjelaskan bahwa Indonesia New Media menyoroti transformasi industri media, beralih dari media tradisional ke bentuk digital.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

"Kalau kita lihatkan media mainstream kan ada zaman dulu ada TV, ada ya surat kabar, segala macam dan sekarang sudah evolve menjadi digital dan sekarang evolve menjadi di sosial media juga," ujarnya.

Ia menggarisbawahi pentingnya adaptasi bagi media baru guna bertahan di era digital dan bagaimana pelaku industri harus memanfaatkannya.

Riel percaya bahwa perubahan ini membawa peluang baru bagi inovasi dalam dunia media.

Definisi Homeless Media

Dalam pembahasan mengenai istilah 'homeless media', Riel menjelaskan bahwa Indonesia New Media Forum tidak termasuk dalam kategori tersebut.

"Kita melihatnya kita bukan homeless media karena kita sebenarnya punya aset juga. Teman-teman ada yang punya IP, punya apa, punya kegiatan-kegiatan yang lain yang banyak segala macam, tapi kita membuatnya media baru," tuturnya.

Riel berharap kolaborasi antar pelaku media baru dapat memberikan dampak positif bagi industri media di Indonesia.

Dia menekankan pentingnya menyatukan sumber daya untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kualitas media di tanah air.

Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU