Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 12:23 WIB

Pekerja Migran Indonesia di Kamboja Dalam Sorotan: Bukti Kesiapan dan Tantangan

Author

Pekerja Migran Indonesia di Kamboja Dalam Sorotan: Bukti Kesiapan dan Tantangan

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa Kamboja bukanlah negara yang aman bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Hal ini disampaikan setelah pelarian 110 PMI dari perusahaan penipuan online di negara tersebut.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri

Perlunya Sosialisasi Bahaya di Kamboja

Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai risiko yang dihadapi pekerja migran di Kamboja. "Kita terus mengampanyekan dan menyosialisasikan bahwa Kamboja bukan tempat aman untuk pekerja, buat pekerja migran kita," ungkapnya dalam konferensi pers.

Ia menyebutkan bahwa Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2MI) telah menjelaskan kondisi perlindungan yang minim bagi PMI di Kamboja. "Karena belum ada sistem yang menjadi bagian dari perlindungan utama. Itu Kamboja," lanjutnya, menekankan kurangnya dukungan yang memadai.

KBRI dan Dukungan bagi PMI

Cak Imin juga menekankan perlunya koordinasi yang baik antara PMI yang berada di Kamboja dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Ia menjelaskan bahwa KBRI siap memberikan bantuan bagi PMI yang mengalami masalah, mengingat banyaknya PMI di Kamboja.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

"KBRI selalu terbuka dan siap mencari solusi bagi PMI yang terkena masalah," tegasnya, menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi warganya.

Menurut laporan, terdapat sekitar 100 ribu PMI yang bekerja di Kamboja, baik di sektor formal maupun informal. Cak Imin menambahkan kontribusi mereka terhadap industri kuliner lokal, dengan menyebutkan, "Makanya di sana ada Soto Lamongan, ada Rujak Cingur, ada Pecel Madiun."

Pentingnya Kesadaran bagi Calon PMI

Cak Imin mengingatkan calon PMI untuk selalu mencari informasi tepat dan memahami prosedur yang berlaku. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang jelas sebelum memutuskan untuk bekerja di luar negeri.

"Utamakan melalui pemahaman yang utuh migran center di tempat masing-masing untuk tidak salah pilih," tutupnya, menunjukkan kesadaran akan risiko yang ada bagi para calon PMI.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU