Senin, 27 OKTOBER 2025 • 15:51 WIB

Pentingnya Imunisasi sebagai Langkah Preventif Campak

Author

Pentingnya Imunisasi sebagai Langkah Preventif Campak

Campak adalah penyakit menular yang dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak. Memahami gejala serta pentingnya pencegahan melalui imunisasi sangat krusial untuk kesehatan masyarakat.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Ancaman campak masih nyata di banyak daerah, dengan laporan mengenai wabah yang meningkat. Kini saatnya penting untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang penyakit ini.

Gejala Campak

Campak biasanya dimulai dengan gejala flu, seperti demam, batuk, dan hidung tersumbat. Setelah beberapa hari gejala ini muncul, bercak merah mulai terlihat di kulit.

Bercak ini umumnya muncul di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Selain itu, orang yang terinfeksi sering mengalami konjungtivitis, yang membuat mata menjadi merah dan sensitif terhadap cahaya.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Pimpinan Serikat Pekerja: Aksi Demonstrasi dan RUU Perampasan Aset Terjadi

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Komplikasi dari campak bisa sangat serius, termasuk pneumonia dan encephalitis. Pneumonia, yang merupakan infeksi paru-paru, dapat mengancam jiwa, sedangkan encephalitis adalah peradangan otak yang bisa mengakibatkan kerusakan permanen.

Menurut data yang disediakan oleh WHO, setiap tahun diperkirakan lebih dari 140.000 kematian akibat campak terjadi di seluruh dunia. Ini menunjukkan bahwa campak adalah masalah kesehatan yang tak hanya meliputi anak-anak, tetapi juga menjadi tantangan besar bagi masyarakat.

Pentingnya Imunisasi

Imunisasi menjadi cara paling efektif untuk mencegah penyebaran campak. Vaksin campak telah terbukti memberikan perlindungan yang sangat baik dan membantu mengurangi jumlah kasus secara signifikan di berbagai negara.

Di Indonesia, program imunisasi rutin mencakup vaksin campak, yang diberikan kepada anak-anak pada dua kesempatan, yaitu pada usia 9 bulan dan 18 bulan.

Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU