Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 11:33 WIB

Target Penurunan Biaya dan Waktu Tunggu Haji oleh Presiden Prabowo

Author

Target Penurunan Biaya dan Waktu Tunggu Haji oleh Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Haji dan Umrah untuk menurunkan biaya perjalanan haji dan memperpendek waktu tunggu keberangkatan jemaah Indonesia menjadi 26 tahun.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Permintaan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta, pada tanggal 20 Oktober 2025.

Target Penurunan Biaya Haji

Dalam rapat tersebut, Prabowo menginstruksikan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, untuk mengkaji kemungkinan pemangkasan biaya haji melalui efisiensi anggaran. "Menteri Haji, dia tidak hadir karena dia berada sekarang di Arab Saudi berurusan sama mereka, saya minta biaya haji harus terus turun," ungkap Prabowo.

Lebih lanjut, presiden menekankan bahwa biaya haji yang terjangkau sangat penting demi kesejahteraan jemaah. Dengan rata-rata waktu tunggu haji saat ini mencapai 40 tahun, upaya untuk memotong biaya tersebut dianggap sangat mendesak.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar

Percepatan Waktu Tunggu Haji

Di samping penurunan biaya, Prabowo juga ingin waktu tunggu keberangkatan haji dipangkas menjadi 26 tahun. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses dan pelayanan haji bagi masyarakat Indonesia.

Presiden mengungkapkan optimisme bahwa kedua target tersebut dapat tercapai. "Kita mendirikan Kementerian Haji atas permintaan pemerintah Arab Saudi karena dia bilang, 'Kami urusan haji adalah Menteri Haji,'" ujar Prabowo.

Kesempatan Berinvestasi di Tanah Suci

Selama sidang, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa untuk pertama kalinya, Pemerintah Arab Saudi menyetujui kepemilikan lahan oleh negara asing di Tanah Suci. Indonesia berencana mengembangkan Kampung Indonesia di Kota Mekah.

Prabowo menambahkan bahwa pemerintah Arab Saudi menawarkan sejumlah lahan strategis. Proses pembelian lahan tersebut akan dilakukan melalui lelang terbuka yang akan diikuti oleh sekitar 90 entitas, menandakan kemungkinan peningkatan persaingan.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU