Minggu, 19 OKTOBER 2025 • 10:48 WIB

Sanae Takaichi Berpeluang Menjadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Jepang

Author

Sanae Takaichi Berpeluang Menjadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Jepang

Sanae Takaichi, pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP), memiliki peluang besar untuk menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang setelah sukses dalam pemilu awal Oktober 2025.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Meskipun menghadapi tantangan akibat runtuhnya koalisi berkuasa, upaya untuk membentuk aliansi baru di tengah krisis politik memberikan harapan bagi Takaichi.

Kemenangan Pemilu dan Pembentukan Koalisi

Sanae Takaichi terpilih sebagai pemimpin LDP dan berhasil memenangkan pemilu pada awal Oktober 2025. Namun, ambisinya untuk menjabat sebagai perdana menteri terhalang oleh keruntuhan koalisi sebelumnya.

LDP kini tengah berupaya untuk mencari aliansi baru guna mengembalikan kesempatan Takaichi. Berita mengenai terbentuknya koalisi baru ini muncul setelah Partai Komeito, mitra junior LDP, keluar dari perjanjian koalisi yang telah berlangsung selama 26 tahun.

Menurut laporan dari media lokal Kyodo News, Takaichi bersama Hirofumi Yoshimura dari Partai Inovasi Jepang (JIP) diperkirakan akan menandatangani perjanjian koalisi pada 20 Oktober 2025. Hal ini telah dikonfirmasi oleh sejumlah pejabat senior yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Tekanan Politik dan MoU Koalisi

Krisis politik yang menyebabkan keluarnya Partai Komeito semakin menambah kompleksitas situasi bagi LDP. Di sisi lain, oposisi yang terpecah berupaya berusaha untuk menggulingkan LDP, namun masih tidak berhasil.

Koalisi yang terjalin antara LDP dan JIP dianggap dapat mendorong pengukuhan Takaichi sebagai perdana menteri pada 21 Oktober 2025. Meskipun demikian, LDP masih harus meraih tambahan dua kursi agar bisa mencapai mayoritas.

Dalam pemungutan suara yang mungkin dilanjutkan ke putaran kedua, Takaichi diharuskan untuk meraih dukungan lebih banyak anggota parlemen dibandingkan kandidat lainnya, demi memastikan posisinya.

Dampak Terhadap Hubungan Internasional

Situasi politik di Jepang semakin ketat menjelang kedatangan Presiden AS, Donald Trump, yang direncanakan tiba sebelum KTT tahunan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Korea Selatan. Kunjungan ini dapat menjadi titik penting dalam merumuskan kebijakan luar negeri Jepang.

Pentingnya stabilitas pemerintahan Jepang akan berdampak pada hubungan bilateral dengan negara lain, terutama Amerika Serikat. Kehadiran Takaichi sebagai perdana menteri perempuan pertama berpotensi menjadi simbol kemajuan bagi Jepang di kancah global.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU