Musim pancaroba, yang merupakan peralihan dari musim panas ke musim hujan, sering kali menjadi waktu yang rawan bagi kesehatan, terutama terkait flu.
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Pada periode ini, virus flu cenderung menyebar lebih cepat, dan masyarakat perlu lebih waspada terhadap dampak perubahan suhu dan kelembaban yang drastis.
Pengaruh Perubahan Cuaca terhadap Sistem Imun
Ketika musim pancaroba tiba, suhu udara sering berubah dengan cepat. Kondisi ini mengakibatkan sistem imun tubuh tidak berfungsi optimal, sehingga membuat kita lebih rentan terhadap serangan virus.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan suhu secara cepat dapat menurunkan respon imun dalam tubuh. Hal ini memungkinkan virus flu untuk dengan mudah menginfeksi orang yang sebelumnya sehat.
Suhu dingin mempersempit saluran udara kita, yang meningkatkan risiko infeksi pernapasan. Lingkungan yang lembab juga memungkinkan virus bertahan lebih lama di ruang terbuka.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Kelembaban dan Penyebaran Virus
Kelembaban yang tinggi dan fluktuasi suhu dapat menciptakan kondisi ideal bagi penyebaran virus. Virus flu lebih mudah menyebar dalam kondisi lembab, karena dapat bertahan lebih lama di permukaan.
Berdasarkan penelitian dari CDC, virus flu mampu bertahan hingga 24 jam di permukaan pada kelembaban tinggi. Hal ini meningkatkan kemungkinan tertular ketika menyentuh permukaan yang terkontaminasi.
Praktik kebersihan yang kurang, seperti jarang mencuci tangan, mempercepat penyebaran virus. Terlebih lagi, di tempat-tempat umum seperti sekolah dan transportasi publik.
Kebiasaan Masyarakat Saat Pancaroba
Di saat pergantian musim, banyak orang cenderung mengabaikan kesehatan, seperti tidak menjaga pola makan yang sehat maupun cukup tidur, yang dapat melemahkan sistem imun.
Penurunan aktivitas fisik saat cuaca tidak menentu juga berkontribusi terhadap kesehatan. Banyak yang enggan berolahraga saat hujan, meski aktivitas ini penting untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Terbatasnya udara segar akibat cuaca buruk membuat tubuh kurang terpapar sinar matahari, yang penting untuk produksi vitamin D. Vitamin D memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sistem imun.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: