Senin, 06 OKTOBER 2025 • 21:12 WIB

Wisatawan Terjebak di Gunung Everest Akibat Badai Salju Hebat

Author

Wisatawan Terjebak di Gunung Everest Akibat Badai Salju Hebat

Sekitar 1.000 wisatawan dilaporkan terjebak di lereng timur Gunung Everest akibat badai salju lebat yang melanda kawasan tersebut.

Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Badai ini dinilai sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir dan telah menyebabkan kondisi yang sangat berbahaya bagi para turis.

Detail Situasi di Lokasi

Badai salju yang terjadi pada Sabtu (4/10) menyebabkan penurunan jarak pandang yang drastis, hingga kurang dari satu meter. Para wisatawan yang berada di Everest Base Camp terpaksa berlindung di dalam tenda-tenda yang kini tertimbun salju.

Beberapa wisatawan berhasil melarikan diri secara mandiri dari kondisi yang berbahaya. Namun, banyak yang tetap terjebak dan dalam kondisi yang mulai memburuk, seperti mengalami hipotermia yang mengancam jiwa.

Pihak berwenang khususnya menyebutkan bahwa upaya penyelamatan menjadi sangat menantang akibat salju tebal serta gangguan komunikasi yang terjadi.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR

Upaya Penyelamatan dan Tantangannya

Tim penyelamat, yang terdiri dari warga desa dan pemandu lokal, saat ini tengah berusaha mencapai para wisatawan yang terjebak. Mereka menggunakan alat berat untuk membersihkan salju di jalur menuju kamp yang berada di ketinggian 4.900 meter di atas permukaan laut.

Namun, tantangan berat dari kondisi cuaca dan sulitnya akses ke lokasi telah memperlambat proses penyelamatan. Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa sejak badai datang, komunikasi dengan tim di lokasi menjadi sangat terbatas.

Otoritas setempat mengimbau kepada siapapun yang berencana untuk mendaki atau mengunjungi Gunung Everest agar menunda perjalanan dan memastikan untuk mengikuti perkembangan informasi terkini.

Informasi Tentang Gunung Everest

Gunung Everest, atau yang dikenal juga sebagai Chomolungma, adalah puncak tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.849 meter. Gunung ini terletak di perbatasan antara China dan Nepal dan merupakan bagian dari Pegunungan Himalaya.

Sejak pertama kali didaki pada tahun 1953, Everest telah menjadi tujuan populer bagi para pendaki dari berbagai belahan dunia. Menurut data, pada tahun 2024, sebanyak 13.764 turis asing mengunjungi Everest dari sisi China.

Keberadaan infrastruktur di sekitar gunung ini memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan pariwisata, meskipun bencana alam seperti badai salju patut diwaspadai oleh setiap pendaki.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU