Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk merekrut koki terlatih dalam pengelolaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kasus keracunan yang terjadi sebelumnya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Dalam pertemuan dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, di Jakarta, Prabowo menekankan pentingnya peningkatan tata kelola di setiap unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan berharap langkah-langkah ini dapat memastikan program pemenuhan gizi nasional berjalan lebih aman.
Tindak Lanjut Program MBG
Dalam siaran pers yang diterima, Prabowo menegaskan bahwa setiap SPPG perlu memiliki koki terlatih dan dilengkapi dengan alat rapid test. Tujuannya adalah untuk memeriksa kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Prabowo juga menekankan kebutuhan alat sterilisasi ompreng, filter air, serta CCTV untuk meningkatkan pengawasan di SPPG. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan bahwa kualitas layanan dapat diperbaiki dan risiko keracunan dapat diminimalisir di masa depan.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Data Kejadian Keracunan
Dadan Hindayana melaporkan bahwa terdapat kenaikan kasus keracunan selama program MBG, dengan 24 kasus tercatat dari Januari hingga Juli 2025. Angka ini meningkat signifikan menjadi 47 kasus antara Agustus hingga September 2025.
Dia menjelaskan bahwa periode ini juga menyaksikan kenaikan jumlah SPPG, yang mungkin turut mempengaruhi peningkatan kasus keracunan. Banyak insiden diketahui terjadi di SPPG baru yang mungkin kurang berpengalaman dalam pengelolaan makanan.
Faktor Penyebab Masalah
Dadan menjelaskan bahwa beberapa faktor berkontribusi terhadap keracunan, termasuk kualitas bahan baku dan kondisi air. Pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) turut menjadi faktor penentu dalam insiden ini.
Ia menekankan perlunya perhatian lebih pada pelatihan dan pengarahan bagi sumber daya manusia yang terlibat dalam program ini untuk mengurangi risiko keracunan di masa depan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: