Hipoglikemia adalah kondisi saat kadar gula darah seseorang turun di bawah normal, dan mengenali gejala serta dampaknya sangat penting.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini bisa menyebabkan efek serius dan membahayakan kesehatan individu.
Apa itu Hipoglikemia?
Hipoglikemia terjadi ketika kadar glukosa dalam darah menurun di bawah level yang seharusnya. Umumnya, kadar gula darah dianggap rendah jika berada di bawah angka 70 mg/dL.
Proses metabolisme tubuh bergantung pada gula darah sebagai sumber energi. Oleh karena itu, kadar gula yang rendah dapat mengganggu fungsi tubuh secara keseluruhan.
Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih umum terjadi pada penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah. Penting untuk memahami bahwa ini adalah kondisi yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat
Gejala Hipoglikemia
Gejala hipoglikemia bervariasi dari yang ringan hingga yang parah. Beberapa gejala awal yang bisa muncul termasuk rasa lapar, keringat dingin, dan gemetar.
Jika tidak ditangani, gejala dapat berkembang menjadi kebingungan, gangguan penglihatan, atau bahkan tiba-tiba pingsan. Dalam beberapa kasus, keadaan ini bisa berujung pada kejang.
Penting untuk mengenali gejala ini agar tindakan cepat dapat diambil sebelum situasi memburuk. Memiliki pemahaman yang baik tentang tanda-tanda hipoglikemia adalah langkah pertama untuk pencegahan.
Penyebab dan Penanganan Hipoglikemia
Beberapa penyebab hipoglikemia termasuk melewatkan makan, olahraga berlebihan, atau dosis insulin yang tidak tepat. Situasi ini perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi diabetes.
Penanganan awal hipoglikemia biasanya dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi gula, seperti permen, jus, atau glukosa. Mengembalikan kadar gula darah ke level normal sangat penting.
Tindakan pencegahan seperti makan teratur, memonitor kadar gula darah, dan tidak merubah dosis obat tanpa konsultasi dokter juga sangat disarankan. Dengan langkah-langkah ini, risiko terjadinya hipoglikemia dapat diminimalisir.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: