Fenomena ghosting, yang sebelumnya umum dalam dunia percintaan, kini merambah ke dunia kerja, menimbulkan ketidakpastian bagi banyak pihak.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Praktik ini berdampak pada komunikasi yang kurang jelas antara kandidat dan perusahaan, menciptakan tantangan baru dalam hubungan profesional.
Pengertian dan Konteks Ghosting dalam Dunia Kerja
Ghosting adalah istilah yang merujuk pada tindakan menghilang tanpa penjelasan dalam konteks hubungan interpersonal. Dalam lingkungan kerja, fenomena ini muncul ketika kandidat tidak menanggapi tawaran pekerjaan atau ketika perusahaan tidak memberikan umpan balik setelah wawancara.
Ketidakpastian ini dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan kandidat, yang merasa diabaikan tanpa informasi mengenai status aplikasi mereka. Di sisi lain, perusahaan dapat merasa frustrasi karena tidak tahu keputusan yang diambil oleh kandidat.
Perubahan dalam dinamika pasar kerja di Indonesia turut menjadi faktor pengaruh dalam meningkatnya praktik ghosting. Permintaan tinggi akan kandidat berkualitas membuat perusahaan berhadapan dengan banyak pelamar yang belum memenuhi kriteria yang diinginkan.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Dampak Ghosting terhadap Kandidat dan Perusahaan
Dampak ghosting terasa signifikan bagi kandidat yang tidak mendapatkan respons dari perusahaan, yang dapat menurunkan kepercayaan diri dan meningkatkan kecemasan. Mereka sering kali merasa bahwa upaya mereka dalam melamar pekerjaan menjadi sia-sia.
Bagi perusahaan, praktik ghosting dapat merusak reputasi dan citra di mata calon pekerja, yang dapat berakibat pada berkurangnya ketertarikan pelamar berkualitas, merasa bahwa waktu dan usaha mereka tidak dihargai.
Situasi ini mencerminkan masalah yang lebih mendalam dalam komunikasi dan hubungan kerja. Banyak perusahaan tidak memiliki sistem umpan balik yang efektif, sedangkan kandidat sering kali tidak berkomunikasi dengan baik saat memilih untuk tidak melanjutkan tawaran.
Solusi dan Pendekatan untuk Mengurangi Ghosting
Untuk mengurangi fenomena ghosting, penting bagi perusahaan untuk memperbaiki komunikasi dengan pelamar. Mengadopsi standar umpan balik kepada kandidat, bahkan ketika mereka tidak mendapatkan posisi yang diinginkan, dapat memberikan kejelasan dan mengurangi kebingungan.
Kandidat juga sebaiknya memberikan informasi yang jelas mengenai keputusan mereka setelah menerima tawaran pekerjaan. Komunikasi yang terbuka sangat penting untuk menciptakan hubungan yang lebih baik antara kedua belah pihak.
Pelatihan komunikasi bagi tim HR di perusahaan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. Dengan pendekatan yang secara profesional dan empatik, diharapkan hubungan kerja di masa mendatang akan lebih transparan dan saling menghargai.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: