Kesepakatan Penjualan 150 Juta Barel Minyak dari Rusia untuk Kebutuhan BBM Indonesia hingga 2026
Indonesia telah menandatangani kesepakatan untuk membeli 150 juta barel minyak mentah dari Rusia. Kesepakatan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional sampai akhir 2026.
Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat
Pembelian minyak ini akan dilaksanakan secara bertahap dan sedang dalam kajian terkait pelaksanaannya, baik melalui PT Pertamina atau Badan Layanan Umum (BLU).
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa kesepakatan ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan minyak mentah dalam negeri, yang per tahunnya mencapai 300 juta barel. Dengan demikian, jumlah pembelian dari Rusia ini setara dengan hampir setengah dari konsumsi BBM nasional dalam setahun.
Yuliot juga menekankan bahwa skema pembelian saat ini masih dibahas dengan hati-hati. Pertimbangan apakah akan melalui PT Pertamina atau BLU menjadi salah satu fokus utama, mengingat masing-masing opsi memiliki kelebihan dalam pengelolaan risiko.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Dalam diskusi mengenai kesepakatan ini, Yuliot mengingatkan pentingnya pemilihan jalur pengiriman yang tepat. Ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran bisa jadi mempengaruhi rute pengiriman minyak yang akan dipilih.
Efisiensi biaya pengiriman juga menjadi faktor penting dalam keputusan ini, agar tidak memberatkan anggaran negara secara keseluruhan. Pemilihan jalur yang efisien bisa membantu mengontrol pengeluaran dalam transaksi yang signifikan ini.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebelumnya mengungkapkan bahwa kebutuhan minyak Indonesia sekitar satu juta barel per hari. Namun, kapasitas produksi nasional hanya mencapai 600 ribu barel per hari, sehingga ada kebutuhan mendesak untuk impor.
Bahlil juga menambahkan bahwa upaya untuk mencari sumber pasokan minyak dari Rusia dan negara-negara lainnya akan terus dilakukan, dengan memperhatikan harga yang kompetitif. Semua upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa Indonesia tetap memiliki pasokan energi yang cukup.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: