Pembicaraan Damai AS dan Iran Berlanjut di Pakistan Setelah Jadwal Pertama Batal
Negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pekan ini terpaksa dibatalkan. Namun, kedua negara telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan di Pakistan minggu depan.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Dua pejabat senior Pakistan mengonfirmasi bahwa AS dan Iran sedang mempersiapkan putaran kedua perundingan damai di Islamabad meskipun situasi diplomatik saat ini masih penuh dengan ketegangan.
Meskipun negosiasi yang direncanakan batal, Gedung Putih menunjukkan sikap optimis tentang masa depan kesepakatan damai. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan, 'Diskusi sedang berlangsung dan kami merasa optimistis terhadap prospek kesepakatan.'
Leavitt juga menyampaikan bahwa pertemuan tatap muka berikutnya 'sangat mungkin' diadakan di Islamabad, lokasi yang sama dengan perundingan sebelumnya. Pakistan diakui sebagai satu-satunya mediator dalam proses ini.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital energi dunia, terus meningkat. Lalu lintas kapal tanker minyak dilaporkan melambat secara signifikan setelah ancaman Iran terhadap kapal yang melintas, sementara AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa kelanjutan gencatan senjata sangat bergantung pada pembukaan penuh Selat Hormuz. Ia mengeluh minimnya aktivitas di jalur tersebut sebelum mengumumkan kebijakan blokade.
Dalam konteks perpanjangan gencatan senjata, Leavitt menegaskan bahwa AS tidak meminta secara resmi perpanjangan yang dijadwalkan berakhir pada hari Selasa. Seorang pejabat senior AS menambahkan bahwa hingga saat ini, belum ada kesepakatan resmi mengenai perpanjangan gencatan senjata.
"Amerika Serikat belum secara resmi menyetujui perpanjangan gencatan senjata. Namun, keterlibatan antara AS dan Iran masih terus berlangsung untuk mencapai kesepakatan," ujarnya, menekankan bahwa pembicaraan tetap berlangsung meski dengan ketegangan yang ada.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: