Duka Mendalam atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengungkapkan rasa duka mendalam setelah prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (UNIFIL) kehilangan nyawa akibat konflik yang melibatkan Israel dan Hizbullah.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton
Pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (30/3) ini menyoroti urgensi perlindungan bagi para penjaga perdamaian yang beroperasi di wilayah konflik berisiko tinggi.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyampaikan belasungkawa yang dalam kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia.
"Kami dengan tegas mengutuk tindakan ini dan menegaskan bahwa penargetan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional," ujar pihak kedutaan.
Pernyataan ini mencerminkan kepedulian Iran terhadap tantangan yang dihadapi prajurit TNI dalam menjalankan misi internasional yang penuh risiko.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Kabar tewasnya prajurit TNI ini diinformasikan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres melalui akun media sosialnya.
"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah," tulis Guterres.
Insiden ini juga menyebabkan satu prajurit TNI mengalami luka serius, sementara dua prajurit lainnya mendapatkan luka ringan dan telah diberi perawatan medis.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa insiden ini berkaitan erat dengan meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah tersebut.
"Insiden terjadi di tengah saling serang artileri," ungkap Rico, menambahkan bahwa saat ini proses klarifikasi tengah dilakukan oleh UNIFIL.
Situasi di Lebanon makin tegang setelah serangan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, dengan Hizbullah merespon dengan serangan balasan.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: