BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 13 MARET 2026 • 14:45 WIB

Meningkatnya Kasus Campak Menjadi Tantangan Imunisasi di Indonesia

Meningkatnya Kasus Campak Menjadi Tantangan Imunisasi di IndonesiaMeningkatnya Kasus Campak Menjadi Tantangan Imunisasi di Indonesia

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dokter spesialis anak Piprim Basarah Yanuarso, mengungkapkan bahwa keraguan terhadap imunisasi berkontribusi signifikan pada meningkatnya kasus campak di Indonesia. Penurunan cakupan imunisasi yang drastis dapat memicu munculnya wabah penyakit menular ini.

Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat

Ia menegaskan bahwa cakupan vaksinasi idealnya harus mencapai di atas 95 persen untuk mencegah penularan campak. Sayangnya, saat ini, cakupan imunisasi di tanah air mengalami penurunan yang cukup tajam.

Data Imunisasi di Indonesia

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, cakupan imunisasi di Indonesia pada tahun 2025 tercatat baru mencapai 68,6 persen hingga 14 Desember. Ini menurun signifikan dibandingkan capaian 87,7 persen pada tahun 2024.

Penurunan ini menunjukkan tantangan besar dalam mencapai target yang diperlukan untuk pencegahan penyebaran campak. Piprim juga menggarisbawahi, "Campak itu, kan, cakupan [vaksinasinya] harus tinggi, harus di atas 95 persen dan itu pernah kita capai."

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing

Daerah Rawan Kasus Campak

Daerah-daerah dengan cakupan imunisasi yang rendah berpotensi menjadi titik rawan untuk munculnya kasus campak. Menurut Piprim, wilayah-wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Barat, Riau, dan beberapa daerah di Jawa Timur.

"Yang sepanjang pengetahuan saya itu ada daerah-daerah yang memang cakupan MR-nya rendah terus... Kita bayangkan ya. Jadi betul-betul ini sangat memprihatinkan," ujarnya, menyoroti kritisnya situasi di daerah tersebut.

Pentingnya Vaksinasi

Campak adalah penyakit infeksi yang sangat menular, namun dapat dicegah melalui vaksinasi. Piprim menjelaskan, "Untuk sesuatu yang sebetulnya bisa dicegah, vaksinnya ada, buatan Biofarma dan gratis di puskesmas. Tapi masyarakat masih ragu-ragu untuk menggunakannya."

Ia menekankan pentingnya menaikkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat vaksinasi sebagai langkah krusial untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Kolaborasi antara berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk meningkatkan cakupan imunisasi demi melindungi anak-anak dari dampak buruk campak.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Meningkatnya Kasus Campak Menjadi Tantangan Imunisasi di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!