Usulan Rencana Pengambilalihan PT PNM oleh Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyampaikan rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kepada Presiden Prabowo Subianto. Rencana tersebut bertujuan untuk menjadikan PNM sebagai Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Saat konferensi pers di Kemenkeu, Purbaya menjelaskan, "Saya sudah lapor presiden: Pak ada rencana gini (ambil alih) kalau boleh," menandakan keseriusan langkah ini. Presiden Prabowo pun merespons positif, meskipun keputusan akhir belum ditetapkan.
Pengambilalihan PNM menjadi fokus utama Kementerian Keuangan dalam rangka memperkuat program penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Purbaya menekankan pentingnya melihat potensi dan manfaat dari inisiatif ini bagi UMKM di Indonesia.
“Dia bilang hitung aja kalau bagus kenapa tidak,” terang Purbaya tentang dukungan Presiden Prabowo. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan pada langkah strategis yang diambil dalam pengembangan sektor usaha menengah dan kecil.
Sebagai lanjutan dari rencana ini, Purbaya berkomunikasi dengan Rosan Roeslani, CEO Danantara, untuk mengeksplorasi langkah terbaik dalam penyaluran KUR dan kredit UMKM. “Kami sedang berdiskusi terus dengan Pak Rosan apa langkah terbaik negara buat penyaluran KUR dan untuk kredit UMKM,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa PNM, yang saat ini berada di bawah naungan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), memiliki potensi untuk menjalankan Public Service Obligations (PSO). Hal ini tentu mengharuskan pengelolaan yang hati-hati agar tidak mengganggu valuasi BRI.
Di sisi lain, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, telah mengungkapkan ketidaktahuan mengenai rencana tersebut. “Belum ada. Belum ada [pembicaraan],” jelasnya saat ditemui di Wisma Danantara, menunjukkan masih adanya kejelasan yang perlu diupayakan.
Purbaya menegaskan bahwa meskipun ada inisiatif KUR melalui PNM, penyaluran KUR oleh bank tetap berjalan. Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah harus memperhitungkan alokasi subsidi bunga KUR, yang diprediksi mencapai Rp40 triliun.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: