BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 13 MARET 2026 • 11:29 WIB

Update Terbaru Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz

Update Terbaru Kapal Tanker Pertamina di Selat HormuzUpdate Terbaru Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, memberikan informasi terbaru tentang kondisi kapal kargo minyak perusahaan di Selat Hormuz. Dari empat kapal yang terdaftar, dua telah beroperasi kembali, sementara dua lainnya masih berada di lokasi yang menantang tersebut.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar

Kapal-kapal yang sudah melanjutkan misi operasional adalah Paragon dan Rinjani, dan keduanya tidak ditujukan untuk pasar Indonesia, melainkan untuk pengiriman ke Kenya dan India.

Kondisi Kapal Kargo di Selat Hormuz

Dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor BPH Migas, Simon menyampaikan bahwa Pertamina Pride dan Gamsunuro masih berada di Selat Hormuz. Keselamatan para kru menjadi fokus utama pada tahap ini.

"Kita juga mendorong supaya tentunya bersama-sama situasi di sana semakin baik. Sehingga kargo-kargo kita bisa kemudian beroperasi dan melewati lokasi itu dengan baik," katanya.

Perusahaan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan berbagai pihak untuk menjamin situasi terbaik di daerah yang berpotensi berisiko.

Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat

Strategi Diversifikasi Sumber Bahan Bakar

Simon menjelaskan bahwa dalam upaya memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri, Pertamina menerapkan strategi diversifikasi sumber pasokan. Strategi ini termasuk mengimpor dari lokasi-lokasi seperti Afrika dan Amerika.

"Jadi kita tentunya terus dengan bantuan dukungan dari pemerintah, dengan bantuan dari berbagai pihak, kita tetap lakukan yang terbaik agar supaya pelayanan energi untuk masyarakat bisa berlangsung dengan lancar dan aman," tandasnya.

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi rute utama.

Pengaruh Situasi Global terhadap Operasional Energi

Kondisi yang berlangsung di Selat Hormuz memiliki dampak signifikan terhadap pengiriman kargo dan stabilitas pasokan energi global. Ketegangan geopolitik di kawasan ini memaksa perusahaan energi untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam operasionalnya.

Simon menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai mitra untuk meminimalisasi dampak dari situasi yang tidak menentu ini. Langkah antisipatif terus diupayakan agar kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi.

Dengan adanya ketidakpastian di Selat Hormuz, kesiapan dan adaptasi strategi Pertamina diharapkan dapat menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan yang ada.

Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Update Terbaru Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!