Tips Sehat Menjaga Pencernaan di Akhir Ramadan
Penghujung Ramadan menjadi momen penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Perubahan pola makan yang drastis dapat berpotensi menimbulkan masalah pencernaan yang perlu diantisipasi.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Dengan memperhatikan asupan makanan dan kebiasaan sehari-hari, kita dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan selama periode ini. Ini menjadi penting, terutama saat banyak orang kembali ke rutinitas makan yang lebih padat.
Selama bulan Ramadan, umat Muslim menjalani ibadah puasa yang mengubah kebiasaan makan secara signifikan. Makan sahur dan berbuka puasa menjadi titik kritis untuk asupan makanan dan minuman.
Sementara sahur memberikan energi untuk berpuasa, waktu berbuka seringkali diisi dengan makanan berat dan manis. Menurut Dr. Andi, seorang ahli gizi, "Konsentrasi makanan berat dan manis saat berbuka tanpa memberikan jeda dapat menyebabkan lambung tertekan."
Pola makan yang tidak sehat ini berpotensi membuat kondisi pencernaan terganggu, terutama jika mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan gula.
Penting untuk menyusun pola makan yang baik supaya tubuh tetap terjaga kesehatannya saat menjalani puasa.
Akhir Ramadan menjadi waktu di mana gejala seperti sembelit, diare, dan kembung seringkali muncul. Pola makan yang tidak teratur selama bulan puasa meningkatkan risiko terjadinya gangguan ini.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, terdapat peningkatan frekuensi kunjungan ke rumah sakit akibat masalah pencernaan selama bulan puasa. Hal ini menjadi sinyal bahwa perhatian lebih diperlukan terkait pola makan.
Dr. Rina, seorang gastroenterolog, menjelaskan, "Konsumsi serat yang rendah dan dehidrasi merupakan dua faktor utama yang memicu masalah pencernaan pada akhir Ramadan." Oleh karena itu, memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi sangat penting.
Mengetahui gejala dan penyebabnya dapat membantu individu untuk mengantisipasi dan mencegah masalah kesehatan.
Mengadopsi pola makan seimbang yang mencakup banyak sayur, buah-buahan, dan cukup air merupakan langkah awal yang sangat penting. Asupan serat yang cukup diperlukan untuk menjaga kesehatan pencernaan dengan baik.
Melakukan aktivitas fisik secara teratur setelah berbuka puasa juga membantu memperlancar proses pencernaan. Kegiatan ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit sangat dianjurkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: