BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 05 MARET 2026 • 14:06 WIB

Persepsi Keamanan Impor BBM Indonesia di Tengah Ketegangan Geopolitik

Persepsi Keamanan Impor BBM Indonesia di Tengah Ketegangan GeopolitikPersepsi Keamanan Impor BBM Indonesia di Tengah Ketegangan Geopolitik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa impor bahan bakar minyak (BBM) dari Singapura tetap aman meskipun ketegangan geopolitik meningkat, terutama akibat konflik di Timur Tengah.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi

Bahlil menyatakan keyakinannya bahwa Singapura, sebagai pusat perdagangan minyak, memiliki diversifikasi sumber pasokan yang tidak sepenuhnya bergantung pada kawasan Timur Tengah.

Keberagaman Sumber Pasokan Minyak

Bahlil menjelaskan bahwa Singapura memiliki akses ke berbagai sumber minyak mentah dari kawasan lain seperti Afrika dan Amerika Selatan. Hal ini membuat Singapura mampu mengamankan pasokan meskipun terjadi gangguan di kawasan Timur Tengah.

Ia menggarisbawahi pentingnya diversifikasi dalam penyediaan sumber energi, di mana pasokan minyak tidak hanya bergantung pada satu kawasan tertentu.

"Saya punya keyakinan tidak akan jauh beda dengan Indonesia. Karena sumber crude itu tidak satu-satunya dari Middle East," ungkap Bahlil.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens

Fleksibilitas Perdagangan Minyak Global

Di kalangan perusahaan energi, terdapat kecenderungan untuk mencari sumber pasokan paling ekonomis dan cepat. Bahlil menekankan bahwa ini akan berkontribusi pada stabilitas pasokan energi.

Perdagangan minyak secara global dikenal bersifat fleksibel, memungkinkan negara-negara untuk mencari alternatif pasokan saat terjadi gangguan. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk mendapatkan suplai BBM secara efektif.

Dampak Gangguan pada Jalur Pelayaran

Terkait gangguan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur strategis untuk pengiriman minyak, Bahlil menyatakan bahwa situasi ini tidak akan mempengaruhi keseluruhan pasokan minyak dunia. Meskipun 20,1 juta barel per hari melewati selat tersebut, konsumsi global jauh lebih besar.

"Di Selat Hormuz itu kan 20,1 juta barel per day yang melewati Selat Hormuz. Konsumsi global kita kan, bukan 20 juta, ratusan juta barel per day. Jadi saya pikir itu tinggal bagaimana mensiasati," jelas Bahlil.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan sektor terkait untuk terus memantau situasi geopolitik dan mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan pasokan BBM.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Pimpinan Serikat Pekerja: Aksi Demonstrasi dan RUU Perampasan Aset Terjadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Persepsi Keamanan Impor BBM Indonesia di Tengah Ketegangan Geopolitik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!