Meisya Siregar dan Bebi Romeo Tertahan di Arab Saudi Usai Umrah akibat Krisis Udara
Pasangan selebritas, Meisya Siregar dan Bebi Romeo, baru saja menyelesaikan ibadah umrah di Mekkah, namun harus menghadapi penundaan dalam penerbangan pulang mereka ke Indonesia.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Penundaan ini terjadi akibat penutupan wilayah udara di beberapa negara Timur Tengah yang disebabkan oleh ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Penutupan wilayah udara yang menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi alasan utama penundaan kepulangan Meisya dan Bebi. Hal ini berdampak pada jadwal sejumlah maskapai yang terpaksa mengubah atau menunda penerbangan.
Jadwal penerbangan yang terpengaruh menghasilkan kebingungan dan kesedihan bagi banyak jamaah umrah lainnya yang juga berniat kembali ke tanah air. Komunikasi instan antar pengikut di media sosial menjadi salah satu sumber informasi bagi mereka yang terdampak.
Sebagai imbas penutupan ini, Meisya dan Bebi merasakan kesulitan dalam mematuhi rencana mereka untuk kembali ke Indonesia, yang merupakan kenyataan bagi banyak jemaah lainnya dalam situasi yang sama.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Dalam rangka menyampaikan perasaannya, Meisya Siregar menggunakan akun Instagram-nya untuk meminta doa dari pengikutnya. Ia menyatakan, 'Trus, nasib kite gimana ini pesawat di cancel nggak bisa pulang??? Airspace UEA closed untuk waktu yang nggak pasti.'
Melalui fitur tanya-jawab di Instagram Stories, Meisya juga menggugah respon dari para jamaah lain yang berada dalam situasi serupa. Dengan cara ini, ia berusaha menciptakan jaringan informasi untuk saling berbagi solusi.
Postingan tersebut menyentuh banyak hati, memperlihatkan keterhubungan emosional di antara mereka yang mengalami hal yang sama, serta menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi saluran berbagi informasi penting dalam situasi darurat.
Selama bertukar informasi dengan pengikutnya di media sosial, beberapa menawarkan alternatif rute penerbangan untuk Meisya dan Bebi, misalnya dari Jeddah menuju Bali, lalu lanjut ke Jakarta. Hal ini menunjukkan keberagaman solusi yang muncul di tengah kesulitan.
Menanggapi saran tersebut, Meisya berterima kasih kepada para pengikutnya. Ia menyatakan, 'Wah makasih infonya ya! buat teman-teman yang senasib, ini ada way out bisa jadi alternatif, ngeteng saja.'
Akhirnya, pasangan ini berhasil mendapatkan jadwal penerbangan baru untuk tanggal 3 Maret 2026, menandakan adanya harapan di balik keterpurukan yang mereka alami.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: