Transformasi Dunia Kerja: Menyingkap Dampak AI di Indonesia
Isu kecerdasan buatan (AI) kini menjadi sorotan penting seiring dengan potensi penggantian peran manusia di dunia kerja. PT Telkom Indonesia Tbk menegaskan bahwa fenomena ini perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas dan kompleks.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Menurut Executive General Manager Digital Product Telkom, Komang Budi Aryasa, meski ada pekerjaan yang terdisrupsi, AI juga membuka peluang kerja baru yang signifikan.
Komang Budi Aryasa menegaskan bahwa narasi AI menggantikan manusia tidak sepenuhnya akurat. Menurutnya, lebih tepat jika dilihat sebagai pergeseran kompetensi di pasar kerja.
Individu yang rentan terdampak adalah mereka yang tidak mau beradaptasi dan mempelajari teknologi AI. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan teknis menjadi aspek kunci untuk tetap relevan.
"Orang yang akan terdistrupsi adalah orang yang tidak menguasai AI," jelasnya, yang menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan dalam menghadapi perubahan industri.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta
PT Telkom mendorong masyarakat untuk aktif mempelajari alat-alat AI yang tersedia di pasaran. Komang menekankan pentingnya usaha untuk meningkatkan kapabilitas individu dalam menghadapi era baru ini.
"Kita harus belajar meningkatkan kapabilitas kita terhadap tools-tools AI yang ada. Jadi jangan diam," ucapnya, menekankan perlunya pembelajaran berkelanjutan.
Dalam konteks jurnalis, ia memberikan contoh bahwa profesi ini juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk tetap bersaing di pasar kerja.
Komang mengakui bahwa pekerjaan repetitif telah lama tergantikan oleh sistem otomasi dan AI, khususnya di sektor manufaktur. Hal ini menunjukkan perlunya pergeseran menuju peran yang lebih strategis dalam dunia kerja.
"Pekerjaan-pekerjaan yang repeat ya, berulang, digantikan oleh AI, seperti di pabrik-pabrik itu kan sudah digantikan dengan robot ya," jelasnya, menyoroti transisi yang sedang terjadi.
Keahlian dalam menggunakan alat AI diharapkan dapat membantu tenaga kerja berkontribusi di sektor baru atau mengambil peran yang belum ada sebelumnya.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: