KBRI Tanggapi Keamanan WNI di Iran di Tengah Ketegangan Regional
Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, menegaskan bahwa seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dalam keadaan aman. Beberapa WNI telah meminta perlindungan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Data terbaru menunjukkan terdapat 329 WNI yang tercatat di Iran, dengan enam di antaranya saat ini berlindung di KBRI setelah kehilangan tempat tinggal. KBRI berupaya memantau kondisinya secara berkelanjutan.
Dubes Roy mencatat bahwa terdapat 329 WNI terdaftar di Iran, namun jumlah ini kemungkinan akan bertambah. Banyak WNI, terutama yang bekerja sebagai anak buah kapal, masih belum melapor kepada pihak KBRI.
KBRI Teheran saat ini aktif memantau keadaan WNI di berbagai kota. Sampai saat ini, tidak ada laporan negatif mengenai keamanan WNI yang ters scattered.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Situasi di Iran semakin dinamis, terutama di Teheran, menyusul serangan yang terjadi baru-baru ini. Dubes Roy menyampaikan bahwa KBRI siap menghadapi kemungkinan perkembangan situasi yang bisa terjadi.
Imbauan telah dikeluarkan agar WNI membatasi aktivitas di luar rumah. KBRI juga menegaskan bahwa mereka tidak dapat menerapkan standar perlindungan yang sama untuk semua WNI karena kondisi masing-masing individu berbeda.
Ketegangan di kawasan semakin meningkat setelah serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah pemimpin tinggi Iran. Sebagai bagian dari respon, Iran melakukan serangan drone dan rudal ke arah Israel dan aset AS.
Dubes Roy menekankan bahwa penting bagi setiap individu untuk percaya pada penilaian pribadi terkait keamanan diri mereka. KBRI tetap berkomitmen untuk memberikan akses komunikasi bagi WNI yang membutuhkan informasi lokasi yang lebih aman.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: