Kematian Misterius Mantan Presiden Iran di Tengah Ketegangan Global
Mahmoud Ahmadinejad, mantan presiden Iran, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, menurut penyampaian media pemerintah Iran.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri
Serangan tersebut juga mengklaim telah mengakibatkan kematian Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, di Teheran timur.
Laporan resmi mengenai kematian Ahmadinejad telah dikonfirmasi oleh media pemerintah. Namun, belum lama setelah berita tersebut, saluran Telegram Iran mengunggah pernyataan yang diduga berasal dari dirinya, di mana ia mengutuk tindakan agresi AS dan Israel.
Pernyataan ini menimbulkan keraguan mengenai statusnya, mengingat kontras dengan laporan kematian yang sudah tersebar luas.
Proses verifikasi informasi menjadi sulit akibat pemadaman internet yang melanda Iran, menjadikan situasi semakin rumit.
Sementara itu, media pemerintah tetap berpegang pada laporan awal terkait kematiannya tanpa memberikan klarifikasi lebih lanjut.
Mahmoud Ahmadinejad lahir pada tahun 1956 di desa Aradan, Provinsi Semnan, kemudian pindah ke Teheran untuk mengejar karir politik.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Sebelum menjabat sebagai presiden, Ahmadinejad memiliki pengalaman dalam pemerintahan, termasuk sebagai gubernur Ardabil dan wali kota Teheran.
Setelah periode kepresidenan yang berakhir pada tahun 2013, ia dilantik menjadi anggota Dewan Kebijaksanaan yang berfungsi sebagai badan penasihat dalam menyelesaikan perselisihan legislatif.
Pengalaman politiknya membuatnya menjadi sosok yang berpengaruh dalam lingkup pemerintahan Iran, meskipun banyak kritik terhadap kebijakannya.
Setelah laporan kematian Ahmadinejad, serangan udara tidak berhenti, dengan Teheran meluncurkan balasan rudal dan drone ke negara-negara yang dianggap terlibat, termasuk Israel.
Tindakan ini menandakan meningkatnya ketegangan antara Iran dan pihak-pihak asing, memicu kecemasan di dalam dan luar negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: