BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 21:47 WIB

Penyebab Pusing Saat Berubah Posisi: Fokus pada Ortostatik Hipotensi

Author

Penyebab Pusing Saat Berubah Posisi: Fokus pada Ortostatik HipotensiPenyebab Pusing Saat Berubah Posisi: Fokus pada Ortostatik Hipotensi

Pusing saat berdiri cepat bisa menjadi indikasi tekanan darah yang menurun secara signifikan. Fenomena ini, yang dikenal secara medis sebagai ortostatik hipotensi, sering kali terjadi ketika tubuh kesulitan beradaptasi dengan perubahan posisi.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Faktor-faktor seperti dehidrasi, gangguan kardiovaskular, dan efek samping obat dapat berkontribusi pada kondisi ini. Memahami penyebab serta dampaknya adalah langkah penting untuk pengelolaan kesehatan yang lebih baik.

Apa Itu Ortostatik Hipotensi?

Ortostatik hipotensi adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang turun drastis saat bergerak dari posisi duduk atau berbaring ke posisi berdiri. Gejala dapat mencakup pusing, dan dalam beberapa kasus, bahkan pingsan.

Sistem saraf autonomi berperan penting dalam mengatur tekanan darah dengan memastikan aliran darah yang cukup ke otak saat tubuh mengalami perubahan posisi. Ketika sistem ini tidak berfungsi dengan baik, muncul gejala pusing.

Penyebab dari ortostatik hipotensi terdiri dari berbagai faktor, termasuk dehidrasi, gangguan pada sistem saraf, serta sejumlah kondisi medis. Untuk informasi lebih lanjut, kondisi ini umumnya lebih sering dialami oleh orang dewasa yang lebih tua.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Faktor Penyebab Pusing Saat Berdiri

Dehidrasi menjadi salah satu penyebab utama penurunan volume darah, yang kemudian meningkatkan risiko ortostatik hipotensi. Oleh karena itu, konsumsi cairan yang cukup menjadi sangat penting untuk mempertahankan kestabilan tekanan darah.

Selain dehidrasi, penggunaan obat-obatan tertentu seperti diuretik atau antihipertensi dapat memengaruhi tekanan darah. Tanpa pengawasan medis, penggunaan obat-obatan ini bisa menyebabkan efek samping termasuk pusing.

Kondisi kesehatan lainnya, seperti diabetes atau penyakit jantung, juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam beradaptasi terhadap perubahan posisi. Penderita kondisi-kondisi ini disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika sering mengalami gejala pusing.

Pengelolaan dan Pencegahan

Mengelola ortostatik hipotensi memerlukan pemahaman akan gejala dan pentingnya mengubah posisi secara perlahan. Tindakan ini dapat membantu tubuh untuk beradaptasi lebih baik saat berganti posisi.

Menjaga asupan cairan yang memadai serta menerapkan pola makan seimbang sangat disarankan untuk mendukung kestabilan tekanan darah. Gaya hidup sehat berkontribusi signifikan terhadap pengelolaan kondisi ini.

Bagi mereka yang mengalami pusing secara berulang, pemeriksaan menyeluruh perlu dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab yang mendasarinya. Penanganan yang sesuai berdasarkan diagnosis medis dapat membantu meningkatkan kualitas hidup.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penyebab Pusing Saat Berubah Posisi: Fokus pada Ortostatik Hipotensi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!