Menyongsong Era Baru: Jokowi Soroti Pentingnya Kesiapan Kecerdasan Buatan di Indonesia
Presiden Joko Widodo memprediksi bahwa dalam 5 hingga 15 tahun ke depan, Indonesia akan mengalami revolusi besar dalam kecerdasan buatan (AI).
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta
Dalam pernyataannya, Jokowi menekankan pentingnya semua negara, termasuk Indonesia, untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang akan datang.
Presiden Jokowi menjelaskan bahwa revolusi AI akan membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Ia menyatakan, 'Menurut perkiraan saya 5 sampai 15 tahun yang akan datang akan ada revolusi besar, artificial intelligence.'
Pernyataan ini mencerminkan keinginan untuk mendorong pergeseran dari ekonomi tradisional menuju ekonomi digital dan akhirnya ke ekonomi berbasis AI.
Jokowi menekankan bahwa, 'Memang harus siap betul, karena ini akan ada sebuah pergeseran dari yang dulunya ekonomi normal masuk ke digital ekonomi ini, masuk ke ekonomi AI atau intelligence ekonomi.'
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dalam arahan tersebut, Jokowi menegaskan pentingnya kedaulatan data bagi setiap negara, terutama negara berkembang. Ia mengungkapkan, 'Kedaulatan data itu mutlak dan sangat perlu bagi semua negara, utamanya negara-negara berkembang.'
Presiden juga meminta negara-negara berkembang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital, yang mencakup satelit, pusat data, jaringan fiber optik, dan menara BTS.
Jokowi menjelaskan, 'Baik itu satelit, baik itu center baik itu fiber optik, baik itu menara BTS yang semuanya akan memberikan dukungan kepada nanti kalau era AI ini betul-betul akan kejadian.'
Presiden menyadari bahwa mencapai kedaulatan AI bukanlah tugas yang sederhana, bahkan bagi negara maju. Ia berargumen, 'Negara besar saja saya kira kan sulit. Amerika mau kedaulatan seperti apa? Wong chip semikonduktor masih impor dari negara lain.'
Jokowi menyoroti bahwa penyediaan sumber daya dan bakat internasional yang berkaitan dengan AI masih banyak bergantung pada negara lain, seperti India.
Dalam setiap kesempatan, Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selalu membawa isu kecerdasan buatan sebagai bagian integral dari agenda pembangunan. Gibran pun berharap pesantren dapat menjadi pelopor dalam penerapan teknologi AI dan blockchain.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: