Waspadai 5 Jenis Penyakit Menular Seksual yang Mengancam Kesehatan
Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah masalah kesehatan yang sering kali terabaikan, padahal dampaknya bisa sangat serius bagi individu dan masyarakat. Di Indonesia, kasus infeksi PMS mengalami peningkatan setiap tahunnya, menuntut kita untuk lebih waspada.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Mengetahui jenis-jenis PMS yang umum dan cara pencegahannya adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan seksual. Berikut adalah lima jenis PMS yang perlu diwaspadai oleh semua kalangan.
Gonore, atau kencing nanah, merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala infeksi ini biasanya melibatkan nyeri saat berkemih dan keluarnya nanah dari organ genital.
Jika tidak diobati, gonore dapat menyebar ke bagian tubuh lain seperti tenggorokan dan rektum, memicu komplikasi lebih lanjut. Pengobatan untuk gonore umumnya menggunakan antibiotik, tetapi resistensi terhadap obat semakin menjadi tantangan.
Meski lebih umum terjadi pada pria, wanita sering terinfeksi tanpa menunjukkan gejala, sehingga meningkatkan risiko penularan ke pasangan.
Klamidia adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan merupakan salah satu PMS yang paling umum di seluruh dunia. Banyak pengidap klamidia tidak merasakan gejala, sehingga banyak yang tidak menyadari infeksi yang mereka alami.
Gejala yang mungkin muncul antara lain nyeri perut dan keluarnya cairan dari organ genital. Jika tidak diobati, klamidia dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infertilitas.
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Seperti halnya gonore, klamidia juga dapat diobati dengan antibiotik, tetapi deteksi dini sangat penting untuk menghindari efek jangka panjang.
Sipilis adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Infeksi ini bisa muncul dalam berbagai tahap, dimulai dari luka kecil hingga masalah kesehatan lebih serius lainnya.
Gejala awal sipilis biasanya berupa luka tanpa rasa sakit di area genital. Jika tidak diobati, infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi yang sangat serius, termasuk gangguan pada jantung dan otak.
Pengobatan untuk sipilis umumnya dilakukan dengan suntikan antibiotik, dan sangat penting untuk memulai pengobatan sedini mungkin agar tidak ada kerusakan permanen.
Herpes genital disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV), yang dapat menyebabkan luka melepuh di area genital. Meski saat ini belum ada obat untuk herpes, pengobatan bisa membantu meredakan frekuensi dan keparahan wabah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: