BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 17:20 WIB

Tragedi di Polda Sulsel: Anggota Polisi Meninggal Diduga Dianiaya

Tragedi di Polda Sulsel: Anggota Polisi Meninggal Diduga DianiayaTragedi di Polda Sulsel: Anggota Polisi Meninggal Diduga Dianiaya

Bripda DP, 19 tahun, seorang anggota kepolisian di Sulawesi Selatan, dilaporkan meninggal dunia pasca mendapatkan perawatan medis setelah diduga menjadi korban kekerasan di asrama Polda Sulsel.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Penyidik Propam Polda Sulsel kini tengah melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap lebih dalam kasus yang menggemparkan ini.

Kronologi Kejadian

Bripda DP dibawa ke Rumah Sakit Daya pada Minggu pagi dan dinyatakan meninggal saat dalam proses pemeriksaan medis. Kombes Pol Zulhan Efendy selaku Kabid Propam Polda Sulsel mengonfirmasi bahwa investigasi terhadap insiden kekerasan ini sudah dimulai.

"Iya, makanya kita bawa dari Rumah Sakit Daya kita geser ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk memastikan (penyebab kematian)," jelasnya.

Kejadian diduga berlangsung di dalam area asrama Samapta, tepatnya di kantor Sabhara. Zulhan menambahkan, "Iya, di kantor Sabhara, di atas itu kan mes-nya mereka itu."

Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan

Penyelidikan dan Saksi

Hingga saat ini, pihak penyidik telah memeriksa enam anggota polisi yang mungkin terlibat dalam kasus ini. Meskipun demikian, data dan bukti yang terkumpul belum memberikan kesimpulan pasti mengenai penyebab kematian Bripda DP.

"Tapi, ada enam orang kita periksa sementara ini," ujar Zulhan. Proses investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan atas masalah yang berujung tragis ini.

Polda Sulsel berkomitmen untuk mengungkap fakta yang ada. Penyidik diharapkan dapat segera menyelesaikan proses penyelidikan dan menyampaikan hasilnya.

Dampak dan Respons

Insiden ini semakin mengungkap isu kekerasan yang terjadi dalam lingkungan kepolisian, memicu perhatian publik. Perlunya analisis lebih dalam terkait pengawasan dan pelatihan dalam institusi kepolisian diperkuat oleh kejadian ini.

Berbagai kalangan menegaskan perlunya reformasi kebijakan dalam institusi kepolisian. Aktivis hak asasi manusia berharap kepolisian menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan mendukung.

Tragedi ini mengingatkan semua anggota kepolisian tentang tanggung jawab mereka dalam menjalankan tugas dengan baik dan profesional.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tragedi di Polda Sulsel: Anggota Polisi Meninggal Diduga Dianiaya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!