Ketegangan Meningkat Lagi: Protes Korea Selatan atas Peringatan Jepang Terkait Pulau Sengketa
Ketegangan antara Korea Selatan dan Jepang kembali mencuat setelah Seoul mengajukan protes resmi terhadap acara peringatan yang diadakan Tokyo. Acara tersebut berkaitan dengan klaim pulau yang menjadi sengketa antara kedua negara.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Pemerintah Korea Selatan mendesak Jepang untuk menghentikan klaim yang dianggap tidak berdasar dan memanggil diplomat senior Jepang untuk mengungkapkan keberatannya.
Pada hari Minggu, 22 Februari 2026, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengeluarkan pernyataan keras untuk menanggapi peringatan yang diadakan oleh Prefektur Shimane, Jepang, yang dikenal sebagai 'Takeshima Day'.
Dalam pernyataannya, kementerian menyatakan bahwa upacara tersebut memperkuat klaim Jepang yang tidak sesuai dengan sejarah, dan mendesak agar acara tersebut dibatalkan.
Korea Selatan menegaskan bahwa pulau yang mereka sebut Dokdo adalah wilayah kedaulatan mereka yang memiliki dasar historis dan sah secara hukum internasional.
Seoul juga menyerukan agar Jepang menunjukkan kerendahan hati terhadap sejarah dan menghentikan klaim yang mereka nilai tidak berdasar.
Sengketa antara Korea Selatan dan Jepang terkait pulau kecil ini telah berlangsung lama, sering dipicu oleh masalah bersejarah dari masa kolonial. Jepang menjajah Semenanjung Korea dari tahun 1910 hingga 1945, yang menyisakan berbagai masalah dalam hubungan bilateral.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing
Korea Selatan dengan tegas menolak setiap klaim Jepang atas pulau tersebut, termasuk saat telah melakukan protes terhadap pernyataan Menteri Luar Negeri Jepang yang menegaskan kembali kedaulatan Tokyo.
Isu ini jauh lebih dari sekedar hak teritorial; bagi Korea Selatan, ini adalah soal harga diri nasional yang sangat sensitif.
Upaya memperjuangkan hak atas pulau ini menjadi simbol keteguhan nasional bagi Korea Selatan di tengah ketegangan yang ada.
Selain aspek historis dan politik, wilayah yang disengketakan ini juga memiliki nilai ekonomi dan strategis yang besar. Pulau-pulau tersebut terletak di perairan yang kaya akan sumber daya perikanan dan memiliki potensi cadangan gas hidrat yang berharga.
Korea Selatan mencatat bahwa nilai ekonomi dari wilayah ini bisa mencapai miliaran dolar, menambah kepentingan masing-masing pihak akan kestabilan di area tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: