Panjang Tiket Lebaran 2026, Penjualan Tembus 1,58 Juta
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkapkan bahwa penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 telah mencapai 1.583.635 hingga 21 Februari 2026. Tiket ini berlaku untuk keberangkatan pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Dari total 3.872.810 tempat duduk, tingkat okupansi sementara terpantau di angka 40,87 persen, menawarkan masyarakat berbagai pilihan jadwal serta relasi perjalanan.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa tanggal 23 Maret 2026 menjadi puncak penjualan, mencatat 114.113 pelanggan. Tanggal berikutnya, 24 Maret, tidak kalah ramai dengan 112.758 penjualan dan 19 Maret mencatat 104.808 penjualan.
Dengan tingginya minat ini, Anne menyarankan masyarakat untuk melakukan perencanaan perjalanan lebih awal. Dalam rangka menarik lebih banyak pelanggan, pada periode 14 hingga 29 Maret 2026, KAI menawarkan insentif tarif sebesar 30 persen.
KAI juga mendorong pelanggan untuk mempertimbangkan alternatif keberangkatan lainnya, serta memanfaatkan skema connecting train agar perjalanan tetap nyaman dan terencana.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Berdasarkan data yang ada, minat perjalanan terbesar saat ini terlihat di relasi jarak jauh di Pulau Jawa dan Sumatra. Rute-rute ini memberikan pilihan utama bagi masyarakat yang merencanakan mudik.
Kereta Api Airlangga mencatatkan jumlah pelanggan terbanyak dengan 60.325 penumpang, diikuti oleh KA Serayu dengan 49.365 penumpang. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan untuk perjalanan kereta pada saat Lebaran.
Rute populer lainnya termasuk KA Bengawan, KA Sri Tanjung, dan KA Kahuripan, yang masing-masing telah mencatat angka penjualan yang signifikan.
KAI terus memantau perkembangan penjualan tiket dan berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan. “Kami berkomitmen untuk membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih nyaman dan efisien,” ujar Anne Purba.
Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, KAI sedang mempertimbangkan untuk menambah jumlah perjalanan pada relasi tertentu dengan okupansi tinggi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan saat mudik.
Dengan langkah ini, KAI berharap perjalanan selama periode Lebaran dapat berlangsung lancar dan tanpa kendala.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: