Tragisnya Kasus Kematian Remaja di Sukabumi Diduga Terkait Penganiayaan
Seorang remaja laki-laki berusia 12 tahun dari Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, ditemukan meninggal dunia dengan luka serius yang diduga akibat penganiayaan oleh ibu tirinya.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Korban yang dikenal dengan inisial NS, mengalami luka bakar dan lebam di tubuhnya sebelum dinyatakan meninggal di rumah sakit, menambah daftar kasus kekerasan anak yang memprihatinkan di Indonesia.
NS diketahui tinggal di pesantren dan pulang hanya saat libur untuk sahur bersama keluarga. Ayahnya, Anwar Satibi, menceritakan situasi mengenaskan yang dialami anaknya saat ia pulang dari bekerja.
Ketika Anwar menerima kabar bahwa NS tidak sehat, ia berupaya mengabaikan kekhawatiran tersebut. Namun, setibanya di rumah, ia terkejut melihat luka-luka di tubuh anaknya.
Setelah mendapati NS dalam kondisi kritis, Anwar membawanya ke rumah sakit untuk perawatan. Meskipun RS Jampangkulon memberikan penanganan, nyawa NS tidak terselamatkan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi mengungkap adanya luka bakar di tubuh korban. Kombes Carles Siagian, Kepala RS Bhayangkara, menyebutkan luka-luka tersebut terdapat di kaki kiri, punggung, dan wajah.
Namun, meskipun terdapat luka bakar, tim forensik belum mampu menentukan penyebab pasti kematian NS serta apakah luka-luka tersebut hasil dari penganiayaan.
Dugaan penganiayaan mulai muncul setelah saksi mendengar pernyataan terakhir dari NS. Isep Dadang Sukmana, salah satu pembina pesantren, mengungkapkan bahwa NS mengisyaratkan luka bakar tersebut disebabkan oleh ibu tirinya.
Anwar, sebagai ayahnya, mengungkapkan bahwa sebelumnya ia telah melaporkan kekerasan yang melibatkan ibu tiri ke polisi. Namun, laporan tersebut hanya dimediasi, dan ibu tirinya berjanji untuk tidak mengulangi kekerasan.
Meskipun begitu, insiden tragis ini menunjukkan bahwa janji tersebut tidak ditepati dan berujung pada kehilangan nyawa anaknya.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: