John Herdman Memulai Perjalanannya Melatih Timnas Indonesia Dengan Beragam Opsi Taktik
John Herdman resmi akan melatih Timnas Indonesia dalam debutnya yang dijadwalkan pada Maret 2026, bertemu dengan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton
Pelatih asal Inggris ini sedang mempersiapkan diri dengan mengamati potensi pemain lokal untuk memperkuat skuad nasional dalam ajang internasional.
John Herdman dikenal sebagai pelatih yang fleksibel dengan kemampuan untuk menerapkan berbagai formasi dalam tim. Beberapa formasi yang bisa digunakannya antara lain 4-4-2, 4-3-3, 3-4-3, dan 3-5-2, yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Pada awal karirnya bersama tim nasional Kanada, Herdman sering menggunakan format 4-3-3 dan 4-3-2-1 untuk mengidentifikasi bakat dan potensi pemain.
Setelah 19 laga, ia mulai menerapkan formasi 3-4-3 saat berhadapan dengan Suriname dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022, yang menunjukkan adaptabilitas dalam strateginya.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Di akhir masa jabatannya di Kanada, Herdman kembali ke formasi klasik 4-4-2 dan 3-5-2, menyesuaikan dengan karakteristik pemain.
Saat melatih Toronto FC, ia memulai dengan 3-4-3 dan 3-5-2 yang tetap diterapkan hingga akhir masa kepelatihannya pada Oktober 2024, dengan hasil yang positif.
Pengalaman berharga ini akan menjadi landasan dalam menyesuaikan taktik sesuai dengan timnas Indonesia yang telah dilatih pelatih sebelumnya, seperti Shin Tae Yong dan Patrick Kluivert.
Banyak pemain Timnas Indonesia yang telah familiar dengan pendekatan yang diterapkan oleh Herdman. Di era pelatih Shin Tae Yong, mereka sudah dilatih dengan formasi 3-4-3 yang mampu beradaptasi saat bertahan.
Taktik ini berkontribusi pada pencapaian Tim Garuda yang bisa tampil baik hingga babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berbeda dengan pelatih sebelumnya, Patrick Kluivert, yang juga menerapkan berbagai formasi, Herdman diharapkan dapat memanfaatkan kedalaman taktiknya demi meningkatkan performa tim.
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: