Fajar Sadboy Menanggapi Insiden Meludahi oleh Indra Frimawan di Podcast Deddy Corbuzier
Fajar Sadboy memberikan klarifikasi terkait insiden meludahi yang melibatkan Indra Frimawan saat ia menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier. Kejadian ini terjadi pada 6 Februari 2026 dan memicu banyak reaksi dari publik.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Dalam penjelasannya, Fajar menyebutkan bahwa insiden tersebut merupakan sebuah lelucon dan tidak memberikan dampak negatif pada dirinya. Deddy Corbuzier menambahkan bahwa meskipun bersifat candaan, tindakan tersebut tetap dianggap tidak beradab.
Kejadian meludahi terjadi ketika Fajar Sadboy hadir sebagai bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier, yang telah ditayangkan di kanal YouTube. Banyak penonton menganggap insiden tersebut tidak pantas dan bereaksi dengan kemarahan di sosial media.
Dalam siaran langsung yang dipandu oleh Amanda Manopo, pertanyaan muncul tentang insiden tersebut. Fajar awalnya tampak bingung namun segera menyadari bahwa yang dimaksud adalah insiden meludahi oleh Indra Frimawan.
Fajar menyatakan, "Ludah siapa? Yang mana Kak? Oh yang sama Abang Indra? Mereka baik banget kok sama aku," menegaskan bahwa ia tidak merasa dirugikan oleh kejadian itu.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton
Deddy Corbuzier juga memberikan komentar mengenai insiden tersebut dan mengungkapkan bahwa ia merencanakan diskusi yang lebih serius. Namun, fokus publik malah tertuju pada insiden meludahi yang menjadi sorotan utama.
Ia menyatakan, "Orang-orang menganggap candaan lo itu tidak beradab!" menegaskan bahwa meskipun ia menganggapnya sebagai lelucon, masyarakat masih melihatnya sebagai tindakan yang tidak pantas.
Deddy mencatat bahwa tindakan tersebut dapat berdampak negatif pada citra publik dan dapat menyebabkan kesalahpahaman di kalangan penonton.
Reaksi masyarakat Indonesia terhadap insiden ini beragam, dengan banyak orang mengecam tindakan meludahi. Mereka menilai tindakan tersebut tidak seharusnya dilakukan di hadapan publik, meskipun dalam konteks bercanda.
Amanda Manopo, yang terlibat dalam diskusi, menegaskan bahwa kejadian tersebut seharusnya diabaikan dan tidak meresahkan Fajar. Ia juga menyoroti pentingnya memahami batasan dalam konteks humor di lingkungan publik.
Meski demikian, insiden ini membuka diskusi lebih luas tentang apa yang dianggap wajar atau tidak dalam berperilaku di platform yang menjangkau banyak orang.
Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: