Barcelona Hadapi Tantangan Berat Usai Kekalahan Menghancurkan dari Atletico Madrid
Bek Barcelona, Eric Garcia, mengalami momen sulit usai timnya kalah telak 0-4 dari Atletico Madrid dalam semifinal Copa del Rey.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Garcia mengkritik keputusan wasit Juan Martinez yang dianggapnya merugikan, terutama dalam hal penanganan pelanggaran di lapangan.
Pertandingan yang digelar di Stadion Metropolitano, Madrid, pada dini hari WIB menjadi catatan buruk bagi Garcia dan tim. Kesalahan fatalnya, sebuah gol bunuh diri di menit ketujuh, mengawali petaka bagi Barcelona.
Blunder yang dilakukan Garcia mengakibatkan kiper Joan Garcia kebingungan dalam menghadapi backpass yang salah, memberikan kesempatan bagi Atletico untuk mendominasi pertandingan.
Atletico Madrid berhasil memperlebar jarak dengan mencetak empat gol, termasuk aksi dari Antoine Griezmann dan Julian Alvarez, merobek jala Barcelona dengan permainan yang agresif.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi
Situasi semakin buruk bagi Barcelona memasuki menit-menit akhir pertandingan, di mana Garcia dijatuhi kartu merah pada menit ke-85. Ia dijatuhkan wasit setelah melanggar pemain Atletico, Alex Baena, namun merasa keputusan itu tidak adil.
Garcia bertanya retoris, "Apakah kalian melihat tekel Giuliano (Simeone)? Dan apakah kamu berpikir itu layak kartu merah?" Ia merujuk pada pelanggaran yang dilakukan Simeone yang tidak dihukum seberat pelanggarannya.
Kesal dengan keputusan wasit yang dinilai tidak konsisten, Garcia mengungkapkan perasaannya, melihat klarifikasi tayangan ulang seharusnya menuntut evaluasi yang lebih adil.
Kekalahan ini menyisakan tantangan berat bagi Barcelona untuk leg kedua di Camp Nou pada 4 Maret mendatang. Untuk tetap dalam perburuan gelar Copa del Rey, mereka harus mengejar kemenangan dengan selisih minimal lima gol.
Garcia mengemukakan, "Keputusan-keputusan semacam ini selalu merugikan kami belakangan ini. Saya cukup sial karena terpeleset dan menabraknya (Baena)."
Dia optimis bahwa bermain di kandang sendiri di hadapan para penggemar dapat memberikan motivasi ekstra untuk membalikkan keadaan, meski menyadari betapa sulitnya tugas yang dihadapi.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: