Trump Kembali Tegaskan Penolakan terhadap Rencana Israel di Tepi Barat
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan tegas menolak rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel, yang baru saja disetujui oleh kabinet keamanan mereka. Penegasan ini muncul di tengah kritik global yang meluas terhadap tindakan Israel.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Berbagai negara, termasuk Uni Eropa, Inggris, dan sejumlah negara Arab, mengecam aneksasi tersebut, menyebutnya sebagai tindakan ilegal yang berbahaya bagi stabilitas kawasan.
Pada 8 Februari, kabinet keamanan Israel menyetujui serangkaian langkah untuk memperdalam kendali mereka di Tepi Barat. Langkah tersebut diusulkan oleh Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Pertahanan Yoav Katz.
Salah satu langkah signifikan adalah penghapusan regulasi yang melarang warga Yahudi untuk membeli tanah Palestina di Tepi Barat. Ini membuka jalan bagi ekspansi permukiman Yahudi di wilayah yang mendapat sorotan internasional.
Perubahan lainnya mencakup pemindahan otoritas izin pembangunan permukiman dari Otoritas Palestina ke otoritas sipil Israel. Akibatnya, pemerintah daerah di Tepi Barat kehilangan kontrol penuh terhadap proyek pembangunan di wilayah mereka.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Keputusan Israel untuk mengesahkan langkah-langkah aneksasi mendapat reaksi keras dari banyak negara. Para Menteri Luar Negeri negara-negara Arab dan mayoritas Muslim mengeluarkan pernyataan penolakan terhadap tindakan tersebut.
Pada 9 Februari, mereka menggambarkan langkah Israel sebagai "keputusan dan tindakan ilegal" yang berusaha memaksakan kedaulatan secara sepihak. Ini jelas melanggar hukum internasional.
Negara-negara yang terlibat dalam pernyataan tersebut meliputi Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab, Qatar, Indonesia, Pakistan, Mesir, dan Turki. Mereka sepakat bahwa tindakan Israel dapat meningkatkan ketegangan di kawasan.
Sikap Presiden Trump mengenai aneksasi Tepi Barat menunjukkan konsistensi meskipun ada tekanan internasional yang besar. Seorang pejabat Gedung Putih yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa Trump meyakini stabilitas Tepi Barat adalah kunci bagi keamanan Israel.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintahan AS tetap mendukung sekutunya meskipun banyak kritik datang dari berbagai penjuru dunia. Pejabat tersebut juga menambahkan, "Tepi Barat yang stabil menjaga keamanan Israel, dan sejalan dengan tujuan pemerintahan ini untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut."
Dengan dukungan dari AS, Israel tampaknya lebih percaya diri mengambil keputusan yang dapat membentuk realitas baru di Tepi Barat, meskipun banyak penolakan dari komunitas internasional.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: