Iran Menegaskan Komitmennya untuk Pengayaan Uranium di Tengah Ancaman AS
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah menegaskan komitmennya untuk tidak menyerahkan pengayaan uranium kepada Amerika Serikat dalam jalur negosiasi yang tengah berlangsung.
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Abbas juga mengungkapkan bahwa Iran tidak akan terintimidasi oleh ancaman militer yang datang dari pihak AS, menganggap pengayaan uranium sebagai aspek penting dari kedaulatan negara.
Dalam konferensi pers yang diadakan baru-baru ini, Abbas Araghchi menyatakan, 'Mengapa kami begitu bersikeras pada pengayaan dan menolak untuk menyerahkannya, bahkan jika perang dipaksakan kepada kami? Karena tidak ada yang berhak mendikte perilaku kami.'
Pernyataan ini jelas menunjukkan tekad Iran dalam menghadapi tekanan yang datang dari berbagai pihak eksternal.
Abbas merujuk pada pengerahan militer Amerika di kawasan ini, termasuk kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln, dan mengatakan, 'Pengerahan militer mereka di kawasan ini tidak menakut-nakuti kami.'
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Setelah beberapa tahun terhenti, Amerika Serikat dan Iran akhirnya membuka kembali jalur negosiasi, yang berlangsung di Oman. Hal ini memberikan harapan akan kemajuan dalam hubungan kedua negara.
Abbas menjelaskan bahwa pencabutan sanksi ekonomi AS terhadap Iran merupakan syarat kunci untuk melanjutkan pembicaraan. Ia menambahkan bahwa hal ini diminta sebagai imbalan atas 'serangkaian langkah membangun kepercayaan terkait program nuklir.'
Kaum Barat dan Israel menuduh bahwa Iran mencari cara untuk memproduksi senjata nuklir, namun pemerintah Iran secara tegas telah membantah klaim tersebut.
Abbas mengungkapkan, 'Mereka takut akan bom atom kami, padahal kami tidak sedang mencarinya.'
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kekuatan nuklir bagi Iran berfungsi sebagai simbol perlawanan terhadap tekanan dari kekuatan besar lainnya, mengungkapkan, 'Bom atom kami adalah kekuatan untuk mengatakan 'tidak' kepada kekuatan-kekuatan besar.'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: