BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 28 JANUARI 2026 • 15:35 WIB

KNKT Identifikasi Risiko Keselamatan Baru pada Kendaraan Listrik di Indonesia

KNKT Identifikasi Risiko Keselamatan Baru pada Kendaraan Listrik di IndonesiaKNKT Identifikasi Risiko Keselamatan Baru pada Kendaraan Listrik di Indonesia

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru-baru ini mengungkapkan beberapa risiko keselamatan yang muncul akibat penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Temuan ini menunjukkan betapa pentingnya untuk melakukan kajian mendalam seiring meningkatnya adopsi teknologi tersebut.

Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menekankan bahwa kendaraan listrik merupakan teknologi baru yang memerlukan pendekatan investigasi berbeda dibandingkan dengan kendaraan konvensional yang sudah lebih familier.

Temuan Awal dari Investigasi KNKT

Dalam upaya untuk mengidentifikasi isu yang berkaitan dengan kendaraan listrik, KNKT telah menyelidiki dua kasus terkait. Meski begitu, hingga kini penyebab teknis hanya dapat ditegaskan pada satu kasus saja.

Soerjanto menyatakan, "Untuk kendaraan listrik ini memang ada beberapa hal yang baru bagi kita, dan terus terang kami juga sedang belajar melakukan investigasi kendaraan listrik dan dibantu oleh tenaga ahli yang memahami masalah kendaraan listrik."

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa

Korsleting Listrik sebagai Ancaman Serius

Salah satu insiden yang diteliti awalnya dianggap sebagai kebakaran, namun kemudian diketahui sebagai masalah korsleting listrik. Asap tebal yang muncul disebabkan oleh sistem pengkabelan yang bergeser, hingga bersentuhan dengan bodi kendaraan.

"Yang terjadi bukan kebakaran, tapi korsleting yang mengeluarkan asap cukup banyak. Penyebabnya karena wiring system bergeser ke badan kendaraan, lama-lama kabelnya terkelupas dan terjadi arus pendek," jelas Soerjanto.

Masalah pada Sistem Baterai 12 Volt

KNKT juga memberikan perhatian khusus pada sistem kelistrikan tegangan rendah, dalam hal ini adalah baterai 12 volt. Gangguan pada sistem ini dapat menghalangi aksi seperti membuka pintu kendaraan, bahkan dalam situasi darurat.

"Kalau baterai 12 volt-nya bermasalah atau low voltage-nya bermasalah, pintu tidak bisa dibuka. Ini menjadi concern kami, karena dalam kondisi darurat pintu seharusnya tetap bisa dibuka," ungkap Soerjanto, yang mendorong perlunya rekomendasi untuk melakukan perubahan desain keselamatan agar akses evakuasi tetap terjamin.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

KNKT Identifikasi Risiko Keselamatan Baru pada Kendaraan Listrik di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!