Kematian Lee Hae-chan, Mantan PM Korsel, Mengguncang Politik Korea Selatan
Lee Hae-chan, mantan Perdana Menteri Korea Selatan yang menjabat antara 2004 hingga 2006, meninggal dunia pada Minggu, 26 Januari 2026, saat kunjungan resmi di Ho Chi Minh, Vietnam.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Menurut pernyataan resmi dari panel penasihat kepresidenan, penyebab kematiannya adalah serangan jantung.
Lee Hae-chan dikenal sebagai politikus berpengaruh yang memulai karirnya dari aktivis mahasiswa pada tahun 1970-an, dan ia pernah mendekam di penjara akibat terlibat dalam gerakan demokrasi.
Selama tujuh periode di parlemen, dia terlibat dalam berbagai isu penting dan sering memberikan dukungan kepada presiden dari kubu liberal, termasuk presiden saat ini, Lee Jae Myung.
Dedikasinya terhadap demokrasi menjadikannya sosok terhormat, dengan Presiden Lee Jae Myung menyatakan, "Negara telah kehilangan seorang mentor besar dalam sejarah demokrasi kami."
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Kematian Lee Hae-chan memicu reaksi luas dari kalangan politikus dan masyarakat. Partai oposisi konservatif, People Power Party, menganggapnya sebagai "akhir dari sebuah bab dalam sejarah politik Korea Selatan".
Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh, juga menyampaikan rasa dukacita dan mengoordinasikan usaha untuk memberikan perawatan medis terbaik saat kondisi Lee memburuk.
Lee menghadiri pertemuan panel penasihat pemerintah yang membahas kebijakan terkait Korea Utara, di mana ia menjabat sebagai ketua panel saat tiba di Vietnam.
Lee Hae-chan memiliki peran kunci dalam perkembangan demokrasi Korea Selatan, berkomitmen untuk memajukan nilai-nilai demokratis di tengah tantangan sejarah yang sulit.
Kehilangan Lee diartikan sebagai hilangnya sosok pemimpin yang tidak hanya mengedepankan kebijaksanaan, tetapi juga mengadvokasi kebebasan dan hak asasi manusia.
Panel penasihat yang dipimpin Lee, yang dikenal dengan nama Peaceful Unification Advisory Council, mencakup anggota dari dalam dan luar negeri, menunjukkan pentingnya peran diplomasi bagi kebijakan luar negeri Korea Selatan.
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: