BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 26 JANUARI 2026 • 11:42 WIB

Diskusi Tentang Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran Meningkat di Kalangan Publik

Diskusi Tentang Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran Meningkat di Kalangan PublikDiskusi Tentang Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran Meningkat di Kalangan Publik

Isu perombakan kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran kembali mencuat di tengah masyarakat. Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan bahwa hak prerogatif untuk melakukan reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Saleh menambahkan bahwa evaluasi terhadap kinerja para menteri adalah kewenangan mutlak Presiden dan tidak boleh diintervensi oleh pihak lain. Pandangan ini mencerminkan situasi yang kompleks di dunia politik saat ini.

Hak Prerogatif Presiden

Menurut Saleh Partaonan Daulay, Presiden memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan memonitor kinerja para menteri. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, "Siapa pun tidak punya kewenangan untuk membatasi kewenangan Presiden ini."

Dalam konteks ini, penilaian terhadap kinerja menteri bisa berasal dari evaluasi pribadi maupun masukan dari pihak lain yang dianggap tepat oleh Presiden. Hal ini menunjukkan pentingnya keputusan yang diambil berdasarkan penilaian menyeluruh.

Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Saleh juga mengakui bahwa keputusan reshuffle mungkin tidak selalu mendapat sambutan positif. Publik cenderung memiliki ekspektasi beragam terkait siapa yang layak diganti atau dipertahankan.

Tantangan Masa Depan

Saleh menegaskan bahwa kualitas calon pengganti akan menjadi faktor penting jika reshuffle benar-benar terjadi. Ia menyebutkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, termasuk menyebarluaskan visi Asta Cita dan menangani bencana alam di Sumatra.

Di samping tantangan domestik, isu global juga harus menjadi perhatian. Saleh berpendapat bahwa Presiden Prabowo berkomitmen untuk menjadikan Indonesia berperan aktif di tingkat internasional melalui kerjasama yang menguntungkan rakyat.

Dalam mengantisipasi kemungkinan reshuffle, ia menegaskan perlunya kesabaran publik dalam menunggu keputusan resmi dari istana. "Kita tunggu saja bagaimana keputusannya nanti. Apapun yang diputuskan, semoga dapat membawa kebaikan bagi semua," tambahnya.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Diskusi Tentang Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran Meningkat di Kalangan Publik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!