Banjir Bandang Melanda Purbalingga: Satu Nyawa Melayang dan Ratusan Rumah Terdampar
Banjir bandang melanda dua desa di Purbalingga, Jawa Tengah, pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, mengakibatkan satu korban jiwa dan ratusan rumah terendam lumpur.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, saat arus deras membawa lumpur dan kayu gelondongan ke permukiman warga.
Dua desa yang terdampak serius adalah Desa Serang di Kecamatan Karangreja dan Desa Sangkanayu di Kecamatan Mrebet. Hujan deras menyebabkan ratusan rumah di kedua desa itu terendam, dengan kedalaman bervariasi, sedangkan delapan rumah mengalami kerusakan parah hingga rata dengan tanah.
Material dari banjir ini juga menyebabkan hilangnya sejumlah hewan ternak, sementara banyak warga harus mengungsi akibat kondisi tempat tinggal yang tidak lagi layak.
Pemerintah setempat dan relawan dikerahkan untuk membantu proses pembersihan sisa-sisa material banjir dan memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Aparat setempat bersama tim gabungan berusaha melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak dan mendata korban. Situasi darurat ini membutuhkan respon cepat untuk meminimalisir dampak lebih lanjut.
Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, menyampaikan bahwa mereka terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat proses bantuan bagi para korban. Tim relawan juga ditugaskan untuk membersihkan rumah yang terendam lumpur.
Dengan tantangan tersendiri, mereka berjuang mengatasi tumpukan lumpur dan kayu gelondongan yang menghalangi akses pemulihan.
Ali Nur Setiawan menjelaskan bahwa material kayu yang terbawa banjir kemungkinan berasal dari wilayah hulu sungai. "Wilayah kami merupakan daerah paling atas, sehingga kemungkinan material kayu itu berasal dari aliran sungai di wilayah Desa Serang," ujarnya.
Analisis lebih mendalam mengenai penyebab banjir bandang akan dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, termasuk pengelolaan sumber daya alam di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah menyusun rencana untuk survei geologi dan tata ruang di daerah rawan banjir guna menerapkan langkah mitigasi yang lebih efektif.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: