Piala Dunia: Trofi Prestisius Akhirnya Tiba di Jakarta
Trofi asli Piala Dunia dipamerkan di Jakarta International Convention Centre pada Kamis, 22 Januari 2026, dalam rangkaian tur global yang melibatkan lebih dari 75 kota.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Kegiatan ini memberi kesempatan kepada penggemar sepak bola di Tanah Air untuk melihat langsung trofi yang sangat dihormati tersebut.
Tur trofi Piala Dunia mencakup 30 asosiasi anggota FIFA dan berlangsung lebih dari 150 hari, dimulai dari 3 Januari hingga puncaknya.
Meskipun Indonesia belum pernah meraih trofi tersebut, pameran ini menjadi bagian dari sejarah yang signifikan bagi penggemar sepak bola lokal.
Acara ini juga diwarnai oleh kehadiran legenda sepak bola Brasil, Gilberto Silva, yang menyerahkan cendera mata kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, dan Gubernur Jakarta, Pramono Anung.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Selman Careaga, Presiden ASEAN dan South Pacific The Coca Cola Company, menjelaskan betapa kuatnya semangat masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.
"Kami bisa merasakan energi dari bangsa, kami bisa melihat bahwa sepak bola memang menjadi hasrat dari masyarakat Indonesia," ujar Careaga dalam konferensi pers.
Ia menambahkan bahwa kehadiran trofi di Jakarta adalah bukti dukungan Coca Cola sebagai sponsor utama Piala Dunia, termasuk untuk edisi 2026 mendatang.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menunjukkan antusiasmenya terhadap pameran ini dan berkomitmen memberikan dukungan penuh.
"Mudah-mudahan acara ini bisa membuat publik Jakarta melihat trofi yang asli," katanya.
Sementara itu, Erick Thohir mendorong lebih banyak investasi dari sektor swasta dalam dunia olahraga, mengatakan, "Pembangunan daerah tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga perlu dukungan dari sektor swasta."
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: