Investigasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500: Kronologi dan Upaya Pencarian
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 saat penerbangan dari Yogyakarta ke Makassar menuai perhatian, dengan dugaan kendala teknis sebagai penyebab utama.
Kementerian Perhubungan memberikan penjelasan rinci mengenai insiden ini dan langkah-langkah pencarian yang diambil oleh pihak berwenang.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memberikan informasi bahwa pesawat sepertinya tidak berada pada jalur penerbangan yang benar. "Memang kalau kita melihat ya dari sisi teknis, tentu bukan kewenangan kami untuk menyampaikan ya, kenapa pesawat ini berbelok ke arah situ yang sebetulnya bukan jalurnya itu," jelasnya di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Laporan awal mengindikasikan bahwa pesawat mengalami masalah mesin sebelum insiden tersebut terjadi. Menyusul itu, Lasarus memastikan bahwa investigasi resmi akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki penyebab kecelakaan yang lebih mendalam.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, merinci bahwa kejadian bermula pada Sabtu, 17 Januari 2026, saat pesawat lepas landas dari Yogyakarta. Pesawat ini disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, mengangkut 10 orang terdiri dari 7 awak dan 3 penumpang, dalam perjalanan menuju Makassar.
Saat pesawat dalam proses mendekat untuk pendaratan, Air Traffic Control (ATC) menyadari bahwa pesawat tidak berada pada jalur pendekatan yang benar. "Kemudian komunikasi antara ATC dan pesawat terputus atau lost contact dan ATC segera mendeklarasikan fase darurat atau distress phase sesuai prosedur," ujar Dudy.
Operasi pencarian dimulai pada Minggu, 18 Januari 2026, dengan keterlibatan drone dari TNI Angkatan Udara di lokasi yang diduga sebagai tempat kecelakaan. Tim SAR gabungan berhasil menemukan serpihan pesawat dan satu jenazah pada tanggal yang sama, tepat sekitar pukul 11.59 WITA.
Menteri Perhubungan juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang buruk sangat menghambat upaya tim penyelamat. "Dari pagi hingga sore itu cuacanya hujan dan itu sangat menyulitkan bagi tim penyelamat atau tim rescuer untuk melaksanakan pekerjaannya," ungkap Dudy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: