Studi Menemukan Tidak Ada Hubungan Langsung antara Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja
Sebuah penelitian terbaru dari Universitas Manchester menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan media sosial tidak memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Temuan ini menyoroti betapa kompleksnya hubungan antara teknologi dan kesehatan mental pada anak-anak serta remaja.
Dalam penelitian ini, tim peneliti di Universitas Manchester mengikuti 25.000 anak berusia 11 hingga 14 tahun selama periode tiga tahun pendidikan.
Mereka melacak kebiasaan media sosial serta kesehatan mental para peserta dengan menggunakan kuesioner yang dirancang khusus.
Kuesioner tersebut mencakup pertanyaan tentang waktu yang dihabiskan untuk bermain game dan bersosialisasi di platform seperti TikTok dan Instagram.
Remaja juga diminta untuk menggambarkan suasana hati serta kesulitan emosional yang mereka alami setiap harinya.
Studi ini menemukan tidak ada bukti yang menyatakan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan menyebabkan peningkatan gejala kecemasan atau depresi di antara peserta.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
"Kami tahu keluarga khawatir, tetapi hasil kami tidak mendukung gagasan bahwa hanya menghabiskan waktu di media sosial atau bermain game menyebabkan masalah kesehatan mental - ceritanya jauh lebih kompleks dari itu," kata Qiqi Cheng, penulis utama studi.
Lebih lanjut, tidak ditemukan dampak negatif pada kesehatan mental remaja seiring meningkatnya penggunaan media sosial antara tahun 8 dan tahun 9.
Data ini mengindikasikan bahwa masalah kesehatan mental mungkin berasal dari faktor lain yang lebih kompleks.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa baik komunikasi aktif di media sosial maupun sekadar scrolling tidak berkontribusi terhadap masalah kesehatan mental di kalangan remaja.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa pengalaman online tetap dapat membawa risiko, seperti pesan berbahaya atau tekanan sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: