Yoweri Museveni Kembali Terpilih dalam Pemilihan Umum Uganda di Tengah Kontroversi
Presiden Uganda Yoweri Museveni mengumumkan kemenangan dalam pemilu yang berlangsung pada 15 Januari 2026 dengan perolehan suara mencapai 71,65 persen.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi
Namun, proses pemilihan ini dipenuhi dengan isu kekerasan dan manipulasi informasi, membuat pihak oposisi menolak hasil yang diumumkan.
Sebelum pemilihan, pengamat melaporkan adanya penangkapan dan pelanggaran yang menciptakan atmosfer ketakutan di kalangan pemilih. 'Penangkapan dan penculikan telah 'menanamkan rasa takut' jelang Pemilu Uganda,' ungkap salah satu pengamat dari Afrika.
Hasil tersebut diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum, menunjukkan bahwa Museveni meraih suara terbanyak meski ada laporan mengenai ten kematian terkait pemilu.
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Kemenangan atau hasil ini mempertahankan kekuasaan Museveni yang telah berlangsung lebih dari empat dekade sejak mengambil alih pemerintahan pada tahun 1986.
Bobi Wine, salah satu lawan politik utama, mengklaim bahwa hasil pemilihan adalah 'palsu' dan menuding adanya kecurangan dalam penghitungan suara. 'Saya menolak total hasil palsu ini,' tulisnya di media sosial sambil menyampaikan bahwa dia bersembunyi setelah kediamannya digeledah oleh pasukan keamanan.
Juru bicara kepolisian menanggapi tuntutan ini dengan menyatakan, 'Kami tidak serta merta membantah orang-orang mengaksesnya, tetapi kami tidak dapat mentolerir kejadian di mana orang-orang menggunakan kediamannya untuk berkumpul dan memicu kekerasan.'
Museveni memegang kendali yang kuat atas posisi politik serta aparatur keamanan dan berhadapan dengan tantangan dari beberapa tokoh oposisi. Kizza Besigye, tokoh oposisi penting, diculik pada tahun 2024 dan dihadapkan pada pengadilan militer di Uganda.
Meskipun mendapatkan kritik atas pemerintahan yang dianggap otoriter, banyak warga Uganda yang tetap mendukung Museveni, berpandangan bahwa dia telah menjamin stabilitas di tengah kekacauan pasca-kemerdekaan.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: