Investigasi Pesawat ATR 400 Jatuh di Kawasan Taman Nasional Bantimurung
Pesawat ATR 400 yang jatuh di Kawasan Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengalami gangguan mesin sebelum lepas landas. Direktur Operasional Indonesia Air Transport, Capt Edwin, menjelaskan bahwa gangguan tersebut telah diperbaiki sebelum penerbangan.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Kejadian yang terjadi pada 16 Januari 2026 ini menimbulkan perhatian setelah pesawat hilang kontak pada pukul 13.17 WITA, dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar dengan diperkirakan 11 orang di dalamnya.
Kecelakaan yang terjadi melibatkan pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar. Sebelum penerbangan pada 16 Januari 2026, pesawat mengalami gangguan mesin yang dinyatakan normal setelah perbaikan.
Capt Edwin menegaskan bahwa masalah teknik tersebut telah diperbaiki dan dites sebelum lepas landas. Hal ini menjadi respon terhadap kekhawatiran mengenai keselamatan penerbangan saat pesawat berangkat dari Halim Perdanakusuma menuju Yogyakarta.
Pihak operasional juga menekankan bahwa setiap pesawat menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum penerbangan. “Masalah itu sudah kami perbaiki dan sudah kami tes,” ujarnya menjelaskan prosedur standar keselamatan yang dijalankan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Tim pencari yang terdiri dari SAR dan relawan sedang melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Mereka menemukan serpihan pesawat dan satu korban, meskipun proses evakuasi terhambat oleh kondisi cuaca yang buruk.
Pencarian dilakukan secara intensif di Kawasan Taman Nasional Bantimurung, tempat pesawat dilaporkan hilang kontak. Keberadaan serpihan menunjukkan potensi lokasi jatuhnya pesawat ATR 400.
Hingga saat ini, para petugas masih berusaha menemukan sisa penumpang dan kru lainnya. Jumlah total penumpang dan kru diperkirakan mencapai 11 orang saat pesawat lepas landas.
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan penerbangan dan prosedur pemeliharaan pesawat. Setiap penerbangan harus mengikuti protokol keselamatan yang ketat untuk meminimalisir risiko.
Setelah insiden ini, agensi penerbangan di Indonesia dijadwalkan untuk melakukan audit dan evaluasi mendalam mengenai prosedur yang berlaku. Langkah ini dianggap perlu untuk meningkatkan keamanan dalam industri penerbangan nasional.
Keluarga korban dan masyarakat berharap agar tim pencari dapat segera menemukan sisa penumpang. Pihak Indonesia Air Transport menjanjikan akan memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan pencarian.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: