Tarif Perdagangan: Ancaman Trump Terkait Kebijakan Greenland
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, baru-baru ini mengancam akan memberlakukan tarif baru kepada negara-negara yang tidak mendukung kebijakan AS mengenai Greenland. Pernyataan tersebut disampaikan di Gedung Putih pada 16 Januari 2026.
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Trump menegaskan pentingnya Greenland bagi keamanan nasional AS, meski tidak menjelaskan secara menyeluruh negara-negara yang dapat terkena imbas dari keputusan ini. Ancaman ini muncul ditengah ketegangan yang melibatkan geopolitik di kawasan Arktik.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut, "Saya mungkin akan mengenakan tarif pada negara-negara jika mereka tidak sepakat dengan [kami tentang] Greenland, karena kita membutuhkan Greenland, kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional."
Langkah ini terlihat sebagai tanggapan terhadap negara-negara yang tidak sejalan dengan aspirasi AS terkait Greenland, yang merupakan wilayah otonom Denmark. Namun, Trump tidak memberikan keterangan spesifik mengenai negara yang dimaksud.
Sikap ini menandai nada lebih keras dalam kebijakan luar negeri di bawah kepemimpinan Trump, di mana sebelumnya ia juga mengeluarkan ancaman serupa kepada negara-negara yang berhubungan dengan Iran, dengan memberlakukan tarif 25 persen pada produk impor dari negara tersebut.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Kekhawatiran terhadap ancaman dari AS nampak di respons beberapa negara Eropa yang mulai mengerahkan pasukan ke Greenland. Pengiriman tersebut ditujukan untuk membantu Denmark mempersiapkan latihan militer yang direncanakan pada akhir tahun mendatang.
Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, menyatakan, "Jelas bahwa sekarang kita mau merencanakan kehadiran yang lebih besar dan lebih permanen sepanjang tahun 2026."
Hal ini mencerminkan keinginan Eropa untuk menjaga stabilitas di kawasan Arktik dan menunjukkan komitmen NATO menghadapi potensi ancaman dari AS.
Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan mayoritas warga AS, yakni tiga perempat, menolak ide penguasaan Greenland oleh Trump. Survei yang dilakukan oleh CNN menemukan hanya 25 persen responden yang mendukung rencana tersebut.
Di kalangan pendukung Partai Republik, dukungan juga terbelah, dengan hanya separuh dari mereka yang setuju, sementara separuh lainnya menolak. Ini menunjukkan pembelahan pendapat di kalangan basis pendukung Trump terkait isu ini.
Rival politik Trump dari Partai Demokrat, serta mereka yang mengidentifikasi sebagai independen, juga menolak keras rencana pengambil-alihan Greenland.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: